KUDUS – Ungkapan "badai pasti berlalu" tampaknya dijadikan pegangan kuat oleh sepasang pengantin M. Firdaus dan Uma Fitriana Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kudus, Jawa Tengah.
Meskipun rumah dan lokasi acara mereka dikelilingi banjir, semangat untuk mengikat cinta tidak pudar sedikit pun.
Pesta pernikahan yang telah direncanakan sejak lama tetap berlangsung meriah meskipun para tamu harus melewati genangan air.
Belum lama ini, sebuah video yang diposting oleh akun resmi SCTV (@sctv_) menjadi viral di media sosial.
Dalam video tersebut, tampak suasana pernikahan yang tidak biasa namun mengharukan.
Tenda pelaminan dan tempat duduk tamu terlihat terendam air setinggi betis orang dewasa.
Namun pemandangan yang berbeda ini justru menunjukkan tekad mantap dari pasangan pengantin.
Menurut informasi yang diperoleh, keputusan untuk melanjutkan acara diambil karena undangan telah disebar secara luas kepada sanak saudara dan tetangga.
Menggagalkan acara di saat-saat terakhir tentu bukanlah langkah yang mudah diambil.
Akibatnya, terjadi pemandangan yang kontras: dekorasi pelaminan yang menawan dan baju pengantin yang anggun bersebelahan dengan riak air banjir yang menggenangi lantai.
Tidak hanya pengantin, para tamu juga menunjukkan rasa solidaritas yang luar biasa.
Walaupun harus menggulung celana atau mengangkat kain kebaya agar tidak basah, para tamu tetap hadir untuk memberikan doa dan dukungan.
Kekeluargaan terasa begitu kuat, seolah banjir yang datang tidak menghalangi mereka untuk merayakan kebahagiaan.
Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa sebuah pernikahan bukan hanya soal kemewahan tempat atau cuaca yang menyenangkan, tetapi juga tentang komitmen dan kesiapan untuk menghadapi segala tantangan bersama.
Banjir mungkin menggenangi lokasi perayaan, tetapi tidak dapat memadamkan kebahagiaan pasangan pengantin baru ini dalam memulai babak hidup yang baru. (Anita Fitriani)
Editor : Ali Mustofa