Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Disambut Antusias Pedagang, Ratusan Lapak Dandangan Kudus Ludes Dipesan selama Dua Hari Dibuka

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 14 Januari 2026 | 12:02 WIB

 

ANTRE: Panitia melayani pendaftar lapak dandangan yang sudah antre di Gedung Dekranasda kemarin.
ANTRE: Panitia melayani pendaftar lapak dandangan yang sudah antre di Gedung Dekranasda kemarin.

KUDUS – Pembukaan pendaftaran lapak Dandangan selama dua hari terakhir disambut antusias oleh masyarakat.

Puluhan calon pedagang tampak memadati Galeri Dekranasda Kudus di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus yang difungsikan sebagai sekretariat pendaftaran secara luring.

Sejak pendaftaran dibuka pada Senin (12/1) 2026, jumlah pendaftar telah melampaui 430 orang.

Baca Juga: Wagub Jateng Sentuh Pengungsi Temulus, Kudus

Mereka telah memilih lapak untuk ikut memeriahkan Pekan Raya Tradisi Dandangan yang dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026.

Dari total pendaftar tersebut, sebanyak 175 pedagang memilih lapak di klaster E, F, dan G yang berada di sepanjang Jembatan Kali Gelis hingga Perempatan Jember.

Sementara pedagang lainnya memilih menempati klaster B, C, dan D yang membentang dari Jembatan Kali Gelis sampai area Alun-alun Kudus.

Koordinator Pekan Raya Tradisi Dandangan Kudus, Anjas Pramono, menyampaikan bahwa klaster E, F, dan G langsung terisi penuh sejak hari pertama pendaftaran.

“Klaster E, F, dan G sudah habis. Klaster E tersedia 67 lapak, klaster F 49 lapak, dan klaster G 59 lapak,” jelasnya.

Ketiga klaster tersebut memang diprioritaskan bagi pedagang lokal asal Kudus, dengan komposisi 70 persen untuk pedagang lokal dan 30 persen bagi pedagang dari luar daerah.

Baca Juga: Pasangan Pengantin Gelar Akad Nikah Meski Banjir Setinggi Lutut Melanda Desa Kesambi Kudus

Adapun biaya sewa lapak di klaster ini dibanderol mulai Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta.

“Karena kami juga membuka pendaftaran secara offline, jadi banyak yang datang langsung,” tambah Anjas.

Sementara itu, untuk klaster A, B, C, dan D masih tersedia sekitar 80 hingga 90 lapak yang belum terisi.

Lapak-lapak ini sebagian besar diperuntukkan bagi produk fashion dan dikhususkan untuk merek-merek lokal Kudus serta daerah sekitarnya.

“Untuk klaster A, B, C, dan D tarifnya berkisar Rp 3 juta sampai Rp 3,5 juta.

Baca Juga: Pasangan Pengantin Gelar Akad Nikah Meski Banjir Setinggi Lutut Melanda Desa Kesambi Kudus

Masih ada yang kosong, pendaftar bisa mengakses pendaftaran online melalui Instagram @dandangan.kudus,” terangnya.

Anjas menjelaskan, biaya sewa lapak mencakup fasilitas tenda karnavil berukuran 3×3 meter persegi, kebersihan, keamanan, listrik, serta retribusi daerah.

Khusus pedagang dari luar daerah, dikenakan tambahan biaya sebesar Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu. Setiap pendaftar juga dibatasi maksimal dua lapak.

“Pendaftaran wajib menunjukkan KTP untuk memastikan apakah pedagang berasal dari Kudus atau luar daerah,” tegasnya.

Salah satu pendaftar, Rudy Setyawan, mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam Pekan Raya Tradisi Dandangan bertujuan mempromosikan sekolah tempat ia mengajar, yakni SMP Tahfidz Ma’had Yasin Kudus.

Lapak yang disewa akan dimanfaatkan sebagai media promosi sekolah sekaligus mendukung persiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Menurutnya, ajang Dandangan menjadi sarana efektif karena menarik pengunjung dari berbagai daerah.

“Banyak pengunjung dari luar daerah, sementara siswa kami juga berasal dari luar Kudus. Ini kesempatan untuk mengenalkan sekolah lewat cara yang berbeda. Ini pertama kalinya kami ikut,” ujarnya.

Baca Juga: Bocah Hilang Terseret Arus Banjir di Kudus Akhirnya Ditemukan Dalam Kondisi Tewas

Rudy memilih lapak di sekitar Perempatan Menara Kudus.

Ia berharap strategi promosi yang tidak biasa ini mampu menarik minat masyarakat untuk mengenal lebih dekat SMP Tahfidz Ma’had Yasin.

“Keunggulan kami ada di program tahfidz dan tilawah,” pungkasnya. (san)

Editor : Ali Mustofa
#biaya sewa #Kudus #Lapak #dandangan #pedagang