KUDUS– Upaya pemenuhan kebutuhan warga terdampak banjir di Kabupaten Kudus terus dilakukan.
Di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Dapur Tagana (Taruna Siaga Bencana) diaktifkan untuk menyalurkan makanan siap konsumsi bagi masyarakat yang masih terjebak genangan air.
Dapur umum yang berpusat di Balai Desa Ngembalrejo tersebut mulai beroperasi penuh sejak Senin siang (12/1).
Baca Juga: Wagub Jateng Sentuh Pengungsi Temulus, Kudus
Sejak hari pertama, ribuan porsi makanan telah diproduksi dan didistribusikan ke wilayah-wilayah terdampak paling parah.
Koordinator Dapur Tagana Ngembalrejo, Andi Wicaksono, menyebutkan bahwa hingga Selasa (13/1) jumlah makanan yang disalurkan terus bertambah.
“Kemarin kami menyalurkan sekitar 5.000 porsi, masing-masing 2.500 porsi untuk siang dan malam. Hari ini kembali kami distribusikan 1.500 porsi,” jelasnya.
Bantuan makanan tersebut difokuskan ke tiga dukuh, yakni Dukuh Kauman, Boto Lor, dan Boto Kidul.
Ketiga wilayah ini masih mengalami genangan cukup tinggi sehingga aktivitas warga menjadi terbatas.
Selain kuantitas, kualitas makanan juga menjadi perhatian.
Menu yang disajikan disesuaikan dengan ketersediaan logistik agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi.
Baca Juga: Peduli Sesama, Gerindra Kudus Salurkan 325 Sembako Korban Banjir
Pada hari pertama, dapur umum menyajikan menu telur dan mi, kemudian dilanjutkan dengan ayam nugget serta tumis sayuran pada hari berikutnya.
Operasional dapur umum melibatkan sekitar 50 personel dari berbagai unsur.
Mereka berasal dari Tagana, Dinas Sosial, PKK, BPBD, serta mahasiswa KKN yang turut membantu proses pengolahan hingga pendistribusian makanan.
Sementara itu, banjir yang melanda Kabupaten Kudus hingga kini belum juga surut.
Desa Ngembalrejo menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup signifikan akibat genangan air yang bertahan selama beberapa hari dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Endayani Sam'ani Intakoris, menegaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara merata di seluruh wilayah terdampak.
Menurutnya, banjir tidak hanya terjadi di satu kecamatan, tetapi juga meluas ke sejumlah wilayah lain, khususnya kawasan Pantura.
“Kami sudah bergerak sejak kemarin, mulai dari Kecamatan Mejobo, hari ini di Bae, dan selanjutnya ke lokasi-lokasi yang belum terjangkau. Bantuan ini akan terus berlanjut,” ujar Endhah.
Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar dapur umum dan distribusi logistik berjalan optimal.
Jika di lapangan ditemukan kekurangan, pihak desa maupun kecamatan diminta segera melaporkan untuk ditindaklanjuti.
“Kami mementingkan makanan yang disalurkan aman dan bergizi. Logistik yang kami distribusikan tidak hanya mi, tetapi juga beras, telur, dan sayur-sayuran,” katanya. (dik)
Editor : Mahendra Aditya