MEJOBO – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau langsung pengungsian warga terdampak banjir di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Selasa (13/1) pukul 18.00 WIB.
Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah provinsi terhadap warga yang masih bertahan di tengah genangan banjir.
Pantauan di lokasi, Taj Yasin datang bersama Bupati Kudus dan Wakil Bupati Kudus.
Ia menyusuri posko pengungsian yang memanfaatkan gedung MI Hidayatus Shibyan, menyalami para pengungsi, serta berbincang langsung untuk mendengar keluhan mereka.
Suasana hangat terlihat saat Wagub menghibur anak-anak dan memberikan kopiah yang ia kenakan kepada salah satu anak kecil, yang sontak mengundang senyum para pengungsi.
Dalam kunjungan tersebut, Taj Yasin juga meninjau dapur umum yang berada di lantai satu gedung MI Hidayatus Shibyan.
Sementara lantai dua difungsikan sebagai tempat tinggal sementara bagi warga terdampak banjir.
Selain memastikan kebutuhan konsumsi tercukupi, Wagub juga menyerahkan sejumlah bantuan logistik dan keuangan secara simbolis kepada Bupati Kudus Sam'ani Intakoris, Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton, Pemerintah Desa Temulus, dan warga terdampak banjir.
Bantuan tersebut berasal dari Pemprov Jateng, PMI Jateng, dan Baznas Jateng.
Taj Yasin menyampaikan, berdasarkan laporan Bupati Kudus, bencana di wilayah Kudus dalam dua hari terakhir diawali dengan tanah longsor di kawasan Colo.
Setelah itu, banjir terjadi hampir merata di sejumlah kecamatan.
“Di pengungsian Desa Temulus ini terdapat sekitar 110 pengungsi. Sebagian warga masih bertahan di rumah masing-masing, dan ada juga beberapa titik pengungsian lain di Kudus,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi kesehatan warga terdampak.
Setelah mendapat informasi dari pengungsi, terdapat satu warga yang menderita stroke dan belum dapat dievakuasi.
“Saya minta malam ini dievakuasi oleh puskesmas dan dirawat di puskesmas agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik serta kondisinya bisa dipastikan,” tegasnya.
Terkait penanganan banjir, Taj Yasin mengatakan pemerintah daerah masih berupaya agar genangan air segera surut.
Salah satu opsi yang diupayakan adalah bantuan pompa untuk mengalirkan air ke sungai.
Namun, langkah tersebut masih terkendala karena kondisi sungai yang juga meluap.
“Kami juga berkoordinasi dengan BBWS Pamali Juana untuk menyiapkan langkah jangka pendek maupun menengah dalam penanganan banjir di Kabupaten Kudus,” jelasnya.
Selain itu, Wagub menyinggung perlunya koordinasi terkait rekayasa cuaca.
Pasalnya, hujan dengan intensitas tinggi terjadi hampir setiap hari di wilayah Kudus, Pati, dan Jepara.
“Kami akan koordinasi lebih lanjut dengan BBWS, karena kondisi ini memang perlu dikaji. Saya juga berterima kasih kepada Bupati Kudus yang sudah melaporkan situasi secara rinci,” ungkapnya.
Sementara itu, Jasmirah (53), salah satu pengungsi asal RT 3 RW 4 Desa Temulus, mengaku sudah empat hari rumahnya terendam banjir dengan ketinggian air mencapai selutut.
“Aktivitas sehari-hari tidak bisa dilakukan. Saya juga mengalami keluhan gatal-gatal,” katanya.
Meski demikian, Jasmirah menilai kondisi di pengungsian cukup membantu. “Di sini cukup nyaman, konsumsi terjamin, dan ada layanan kesehatan dari Dinas Kesehatan Kudus serta puskesmas,” katanya. (dik)
Editor : Zainal Abidin RK