Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Peduli Sesama, Gerindra Kudus Salurkan 325 Sembako Korban Banjir

Andika Trisna Saputra • Selasa, 13 Januari 2026 | 13:43 WIB
PEDULI: DPC Gerindra Kudus turun langsung memberikan bantuan kepada masyarakat desa yang terdampak banjir, Selasa (13/1). (DPC GERINDRA KUDUS UNTUK RADAR KUDUS)
PEDULI: DPC Gerindra Kudus turun langsung memberikan bantuan kepada masyarakat desa yang terdampak banjir, Selasa (13/1). (DPC GERINDRA KUDUS UNTUK RADAR KUDUS)

KUDUS – Kepedulian terhadap warga terdampak bencana kembali ditunjukkan jajaran DPC Partai Gerindra Kabupaten Kudus.

Pada Selasa (13/1), Gerindra menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir di tiga desa dengan tingkat dampak paling signifikan.

Ketua DPC Gerindra Kudus sekaligus Wakil Ketua DPRD Kudus, Sulistyo Utomo, mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut menyasar Desa Payaman, Desa Jojo, dan Desa Temulus.

Penentuan lokasi bantuan berdasarkan laporan dari ranting-ranting Gerindra di lapangan yang mencatat ketiga desa tersebut mengalami dampak banjir cukup besar.

“Total ada 325 paket sembako yang kami salurkan. Masing-masing desa kami alokasikan sekitar 100 paket bantuan. Ini bentuk kepedulian kami kepada warga yang sedang tertimpa musibah,” ujar Sulistyo di sela kegiatan.

Ia menyampaikan, bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kudus kali ini tergolong luar biasa.

Meski berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, termasuk melalui Komisi C DPRD Kudus, namun kondisi alam yang ekstrem membuat banjir tetap terjadi.

“Ini memang dampak dari alam. Dari Komisi C sudah berupaya melakukan beberapa langkah pencegahan, tapi kali ini bencananya cukup besar. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terus berulang setiap tahun,” ungkapnya.

Sulistyo menegaskan, penanganan banjir di Kudus membutuhkan koordinasi lintas sektor hingga tingkat pusat.

Menurutnya, jika hanya ditangani di tingkat kabupaten, penyelesaiannya akan cukup sulit mengingat persoalan banjir bersifat menyeluruh.

“Perlu ada penyelesaian bersama, tidak bisa hanya di tingkat kabupaten. Kemarin kolam retensi di Kecamatan Jati juga sudah diupayakan, tapi dampaknya masih terasa. Ini harus jadi perhatian bersama agar banjir yang sering melanda Kudus bisa teratasi,” jelasnya.

Selain bantuan sembako, DPC Gerindra Kudus juga menerjunkan relawan tanggap bencana dari Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) untuk membantu di lapangan.

Relawan ini membantu penyaluran bantuan sekaligus memantau kondisi warga terdampak.

“Alhamdulillah banjir kali ini tidak terlalu banyak pengungsi, sehingga kami memilih menyalurkan bantuan langsung ke rumah warga agar bisa segera digunakan. Tidak berupa dapur umum,” katanya.

Sulistyo berharap banjir dapat segera surut dalam waktu satu hingga dua hari ke depan sehingga aktivitas warga bisa kembali normal.

Ia juga menyoroti dampak banjir terhadap mata pencaharian masyarakat, terutama sektor pertanian dan pekerjaan harian warga.

“Kami kasihan melihat masyarakat. Pekerjaan, aktivitas, dan pertanian mereka terganggu. Harapan kami banjir segera surut dan warga bisa beraktivitas seperti biasa kembali,” katanya. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#banjir #bantuan bencana #gerindra kudus #bantuan sembako #Kudus