Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bupati Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana, Ditangani Secara Maksimal

Galih Erlambang Wiradinata • Selasa, 13 Januari 2026 | 11:21 WIB

WASPADA: Rumah warga yang terendam di Desa Ngembalrejo, Kudus.
WASPADA: Rumah warga yang terendam di Desa Ngembalrejo, Kudus.
 

KUDUS - Bupati Kudus menetapkan status tanggap darurat bencana angin kencang, banjir, dan longsor di Kota Kretek.

Status tanggap bencana ini terhitung dari 12 Januari hingga 19 Januari mendatang.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan, status tanggap bencana ini berlaku hingga tujuh hari. Mulai dari tanggal 12 Januari hingga 19 Januari mendatang.

Penetapan status tanggap bencana ini dilakukan agar penanganan banjir lebih cepat tertangani. Serta kebutuhan mendesak korban bencana alam bisa terpenuhi.

”Kami menggerakkan potensi sumberdaya yang dimiliki dalam rangka penanganan keadaan darurat,” katanya.

Sam’ani menambahkan, untuk menanggulangi bencana yang melanda di Kabupaten Kudus, pihaknya akan mempersiapkan infrastruktur yang dimiliki pemerintah daerah.

Dalam upaya penanggulangan bencana ini, pemerintah akan berkoordinasi dengan BPBD Kudus, BPBD Provinsi Jateng, TNI, Polri, dan instansi terkait.

Selama masa tanggap darurat, Pemkab Kudus juga memantau perkembangan cuaca dan potensi bencana susulan, mengingat intensitas hujan masih tergolong tinggi di sejumlah wilayah.

Masyarakat pun diimbau tetap waspada dan segera melapor apabila terjadi kondisi darurat.

Sampai dengan saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mencatat ada sebanyak enam kecamatan yang terdampak banjir di Kabupaten Kudus.

Mulai dari Kecamatan, Mejobo, Jati, Jekulo, Kota, Kaliwungu, dan Bae.

Sementara total warga yang terdampak banjir 10.652 KK/33.789 jiwa.

Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kudus memakan korban tiga orang dinyatakan meninggal dunia.

Sementara rumah yang terdampak genangan air ada sebanyak 4.856.

Saat ini telah dibuka dapur umum untuk para korban yang terdampak banjir. Ada empat titik dapur umum yang dibuka, antara lain di Desa Temulus, Ngembalrejo, Hadipolo, dan Pasuruan Lor.

Terkait penanganan jangka panjang, Bupati Kudus menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera melakukan asesmen teknis.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta mengusulkan pembangunan embung kepada pemerintah pusat sebagai langkah pengendalian banjir ke depan.

Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat curah hujan di wilayah Kabupaten Kudus masih tinggi, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

Bupati berdoa semoga kondisi Kabupaten Kudus tetap aman dan segera pulih. (gal)

Editor : Ali Mustofa