KUDUS - Bencana banjir di Kabupaten Kudus membawa duka yang mendalam, Minggu(11/10) malam. Dua orang dinyatatakan terseret derasnya arus banjir.
Korban yang pertama dialami seorang bocah berinisial INU, 5 warga Kecamatan Bae.
Korban dilaporkan hilang karena hanyut oleh derasnya Sungai Perak. Saat ini korban masih dalam tahap pencarian.
Sedangkan korban kedua adalah seorang pemuda berinisial AW, 27 warga Desa Bacin. Korban dilaporkan tenggelam dan terseret arus sungai pada pukul 15.00.
Kapolsek Bae Iptu Madiyono membenarkan kejadian tersebut.
Pihak relawan bersama tim gabungan tengah melakukan pencarian korban bocah yang hilang terseret arus banjir.
"Ada dua orang yang terseret arus. Satu dinyatakan meninggal, satunya lagi (bocah) masih dalam pencarian," katanya.
Dalam proses pencarian korban AW tersebut dilakukan hampir lima jam. Jasad korban ditemukan di Sungai Tempur Pedawang sekitar pukul 19.50.
"Korban kurang lebih terseret arus empat kilometer. Dari hasil pemeriksaam korban ditemukan meninggal dunia empat jam sebelumnya," katanya.
Jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka.
Sementara itu Bupati Kudus Sam'ani Intakoris langsung mendatangani ke rumah duka bersama Kapolres dan Dandim Kudus.
Ketiganya memberikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban.
Sam'ani mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam beraktivitas di tengah cuaca ekstrim yang melanda.
Pihaknya berharap masyarakat menuda berpergian atau keluar rumah apabila tidak begitu mendesak. (gal)
Editor : Ali Mustofa