Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Banjir Rendam 200 KK di Desa Jojo Kudus, Puluhan Warga Ikuti Layanan Kesehatan Pascabanjir

Andika Trisna Saputra • Minggu, 11 Januari 2026 | 18:06 WIB

CEK KESEHATAN: Tim kesehatan sedang mengoperasikan alat pengukur tekanan darah kepada warga setempat menggunakan layanan kesehatan gratis pascabanjir, Minggu (11/1). (PEMDES JOJO UNTUK RADAR KUDUS)
CEK KESEHATAN: Tim kesehatan sedang mengoperasikan alat pengukur tekanan darah kepada warga setempat menggunakan layanan kesehatan gratis pascabanjir, Minggu (11/1). (PEMDES JOJO UNTUK RADAR KUDUS)
 

KUDUS - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kudus sejak Jumat (9/1) sore memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah.

Salah satu desa yang terdampak banjir adalah Desa Jojo, Kecamatan Mejobo, yang sempat terendam banjir akibat curah hujan tinggi dan limpasan Sungai Piji.

Sebagai langkah antisipasi dampak kesehatan pascabanjir, Pemerintah Desa Jojo bersama Puskesmas Kecamatan Mejobo menggelar pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (11/1) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, bertempat di salah satu rumah warga setempat RT 2/3.

Kepala Desa Jojo, Samsul Hidayat, mengatakan layanan kesehatan ini disiapkan untuk mencegah munculnya penyakit setelah banjir, terutama bagi warga yang terdampak langsung.

“Ini sebagai langkah antisipasi pascabanjir, apabila ada warga yang sakit bisa langsung diperiksa dan diberi obat,” ujarnya.

Sekitar 50 warga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan obat secara gratis.

Pemeriksaan meliputi pengecekan kondisi umum kesehatan, keluhan pascabanjir, serta pemberian obat sesuai hasil pemeriksaan tenaga medis dari puskesmas.

Samsul menjelaskan, banjir di Desa Jojo berdampak pada sekitar 200 kepala keluarga.

Dari jumlah tersebut, kurang lebih 20 rumah warga sempat kemasukan air dengan ketinggian mencapai sekitar 50 sentimeter.

“Alhamdulillah hari ini kondisi air sudah surut, tidak separah kemarin,” ungkapnya.

Meski demikian, dampak banjir masih dirasakan terutama oleh para petani.

Sejumlah lahan persawahan terendam banjir sehingga berpotensi menimbulkan kerugian hasil pertanian.

Menurutnya, banjir terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi dalam waktu cukup lama, ditambah limpasan air dari Sungai Piji yang tidak mampu menampung debit air.

Pemerintah desa berharap kondisi segera membaik agar warga bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

“Harapannya air cepat surut sepenuhnya, warga bisa beraktivitas normal lagi, dan semoga hujan juga tidak terus-menerus,” kata Samsul. 

Hadi, salah satu warga, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan kesehatan pascabanjir.

"Alhamdulillah, saya diberi obat gratis, kemarin sempat agak meriang. Ya memang karena kondisi cuaca sedang hujan terus menerus," katanya. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#bencana alam #layanan kesehatan #hujan deras #Kudus #Pascabanjir