KUDUS - Bencana tanah longsor di Desa Menawan, Dukuh Kambangan membawa duka yang mendalam, Minggu (11/1) siang.
Warga bernama Sriyantun, 45 tewas terhimpit material rumah akibat tanah longsor.
Kejadian tanah longsor tersebut terjadi kurang lebih pukul 13.00. Saat itu kondisi cuaca di Dukuh Kambangan terjadi hujan lebat.
Salah satu saksi mata, Ahmad Saukon menyampaikan saat itu kejadian berlangsung cepat.
Korban sempat mendengar suara gemuruh di lokasi rumahnya yang berukuran 7x5 meter di RT 5/5.
Sementar bagian belakang rumah yang tertimpa longsor sepanjang kurang lebih empat meter.
Saat itu korban bersama suaminya Nursidi sedang berada di rumahnya yang sekaligus warung. Di belakang rumah korban terdapat tebing tanah setinggi 15-20 meter.
"Tebing tersebut runtuh menimpa bagian belakang rumah korban. Saat itu terjadi suara gemuruh," katanya.
Dia menjelaskan, korban sempat keluar rumah saat mendengar suara gemuruh tersebut. Namun korban kembali lagi ke rumahnya untuk memgambil tas.
Dengan sekejap dan tidak disangka korban terkena material longsor dan terhimpit bangunan rumahnya. Korban tidak terselematkan paska kejadian itu.
"Korban terhempit tembok dan kusen bangunan," Jelasnya.
Warga kemudian melakukan evakuasi korban yang terhempit tersebut. Warga berusaha melakukan pertolongan pertama dan mencoba melarikan ke rumah sakit, akan tetapi nyawa korban tak terolong.
"Korban seketika meninggal di lokasi, kami sempat melarikan ke rumah sakit namun tidak tertolong," ungkapnya.
Saukon menambahkan, cuaca di Dukuh Kambangan memang terjadi intensitas hujan cukup tinggi. Kondisi tersebut terjadi sejak Sabtu (10/1) hingga Minggu (11/1).
Selain longsor yang menimpa rumah korban, ada beberpa tiga titk longsor. Tanah longsor tersebut sempat menutup akses jalan dan rumah warga lainya. (gal)
Editor : Mahendra Aditya