Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Kunjung Reda SMP 2 Mejobo Genangan Air Bertambah Sekolah Libur Sampai Surut

Indah Susanti • Minggu, 11 Januari 2026 | 14:42 WIB
KEBANJIRAN: Gedung SMP 2 Mejobo terdampak banjir. Hujan terus mengguyur dan air terus naik.
KEBANJIRAN: Gedung SMP 2 Mejobo terdampak banjir. Hujan terus mengguyur dan air terus naik.

KUDUS - Hujan tak kunjung reda, sejak Jumat (9/1) hingga Minggu (11/1) 2026, air yang menggenangi SMP 2 Mejobo semakin tinggi.

Sekolah yang berada di kawasan rawan banjir ini kembali menerapkan langkah antisipatif dengan memprioritaskan penyelamatan aset dan meliburkan kegiatan 

“Awalnya air itu naik pelan-pelan. Kondisi saat ini semakin naik, karena hujan terus.mengguyur,” ujar Abu.

Akibat banjir tersebut, aktivitas pembelajaran dihentikan dan siswa diliburkan. Pembelajaran daring pun belum dapat dilaksanakan karena sebagian besar siswa dan guru juga terdampak banjir di rumah masing-masing.

“Daring juga belum memungkinkan, karena anak-anak dan guru banyak yang terdampak. Jadi sementara kami liburkan dulu,” jelasnya.

Banjir merendam sebagian besar ruang kelas, terutama bangunan lama yang berada di area lebih rendah.

Sementara itu, bangunan baru yang telah ditinggikan relatif aman dari genangan.

“Yang terdampak itu kelas-kelas lama. Bangunan baru aman karena memang sejak awal sudah diantisipasi banjir,” tambah Abu.

Meski air masuk hingga ruang kelas, pihak sekolah memastikan aset penting seperti buku, arsip, dan perangkat elektronik berhasil diamankan.

Pengalaman menghadapi banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan membuat sekolah lebih sigap dalam melakukan langkah penyelamatan.

“Karena sudah sering, kami sudah antisipatif. Arsip, buku, dan komputer sudah dinaikkan. Bahkan rak besi sudah disiapkan supaya aman dari air,” katanya.

Meski air masuk hingga ruang kelas, pihak sekolah memastikan aset penting seperti buku, arsip, dan perangkat elektronik berhasil diamankan.

Pengalaman menghadapi banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan membuat sekolah lebih sigap dalam melakukan langkah penyelamatan.

“Karena sudah sering, kami sudah antisipatif. Arsip, buku, dan komputer sudah dinaikkan. Bahkan rak besi sudah disiapkan supaya aman dari air,” katanya.

Penjaga sekolah Sundoyo, menambahkan genangan air di lingkungan sekolah bervariasi, dengan ketinggian air di lapangan mencapai sekitar 20 sentimeter, sementara beberapa kelas, khususnya kelas sembilan di sisi utara, terendam lebih dalam.

“Yang masuk kelas itu terutama kelas 9 yang di sebelah utara. Ruang guru juga sempat tergenang karena posisinya rendah, tapi berkas dan laptop sudah diangkat,” ujar Sundoyo.

Hingga saat ini air belum menunjukkan tanda-tanda surut dan bahkan kembali naik saat dilakukan pembersihan.

“Belum ada tanda-tanda surut, malah tadi siang naik lagi sedikit,” ungkapnya.

Pihak sekolah memperkirakan genangan akan surut dalam dua hingga tiga hari ke depan, seperti yang biasa terjadi. ( san)

Editor : Mahendra Aditya