Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Curah Hujan Tinggi, Sungai Meluap dan Rendam Permukiman di Kudus, Jalan Pantura Tersendat

Ali Mustofa • Sabtu, 10 Januari 2026 | 09:36 WIB

EVAKUASI: Polisi berada di dekat wilayah yang terkena banjir di Desa Singocandi.
EVAKUASI: Polisi berada di dekat wilayah yang terkena banjir di Desa Singocandi.

KUDUS – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus pada Sabtu (10/1) dini hari setelah hujan deras mengguyur sejak malam sebelumnya.

Salah satu titik terdampak berada di ruas Jalan Pantura, tepatnya di wilayah Desa Hadipolo.

Genangan air merendam jalur utama Pantura Kudus–Pati sehingga arus lalu lintas menuju arah Pati maupun Semarang sempat tersendat.

Baca Juga: Jalan Pantura Terendam, Enam Rumah di Singocandi Kudus Kena Dampak Banjir

Ketinggian air membuat kendaraan harus melintas dengan ekstra hati-hati.

Selain di jalur Pantura, banjir juga terjadi di Desa Singocandi, Kecamatan Kota Kudus, pada Jumat (9/1) malam.

Kasat Samapta Polres Kudus, AKP Noor Alifi, menyampaikan bahwa banjir mulai menggenangi Perumahan Sumur Kota sekitar pukul 21.00 WIB.

Menurutnya, banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan Sungai Gelis meluap.

Luapan air tersebut mengakibatkan empat titik tanggul jebol di sekitar permukiman warga.

“Air Sungai Gelis melimpas ke perumahan karena debitnya meningkat. Akibatnya, enam rumah warga terendam banjir,” ujarnya.

Ketinggian air di dalam rumah warga mencapai sekitar 50 sentimeter hingga hampir satu meter.

Baca Juga: Hujan Deras Jembatan Tersumbat, Ngembalrejo Kudus Kembali Banjir

Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh penghuni rumah terdampak telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Selain merendam rumah, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas umum, termasuk akses jalan menuju perumahan.

Sementara itu, Kapolsek Jekulo AKP Danail Arifin menjelaskan bahwa banjir di Jalan Pantura Desa Hadipolo disebabkan oleh luapan Sungai Piji yang berada tidak jauh dari jalur tersebut.

Ketinggian air di lokasi mencapai sekitar 30 hingga 40 sentimeter.

“Arus air cukup deras dan mengganggu lalu lintas di jalur Pantura,” katanya.

Baca Juga: KRONOLOGI LENGKAP! Jembatan Ambles di Colo, 2 Mobil Terperosok ke Jurang

Kendaraan roda empat masih dapat melintas, namun banyak sepeda motor mengalami mogok akibat menerobos genangan air.

Polisi pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan mencari jalur alternatif jika memungkinkan.

AKP Alifi menambahkan, luapan Sungai Gelis juga terpantau di beberapa titik lain, seperti Dukuh Kuanaran Kelurahan Kajeksan, kawasan Jembatan Taman Siswa, Desa Demangan, Desa Demaan RT 4 RW 5, serta Kelurahan Sunggingan.

Meski debit air meningkat, permukiman warga di lokasi tersebut masih dalam kondisi aman.

Di Desa Demangan RT 1 RW 3, peningkatan debit Sungai Gelis menyebabkan jalan di tepi sungai terkikis dan berlubang sepanjang sekitar 10 meter dengan lebar 1,5 meter.

Namun, jarak air dengan bibir sungai masih aman sehingga belum berdampak pada rumah warga.

Aparat kepolisian terus bersiaga di titik-titik rawan banjir dan melakukan pemantauan secara intensif.

Koordinasi dengan instansi terkait juga dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan luapan susulan.

“Hingga saat ini kondisi cuaca masih mendung dan berpotensi hujan. Kami mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai agar tetap waspada dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat,” pungkas AKP Alifi. (gal)

Editor : Ali Mustofa
#lalu lintas #genangan air #banjir #jalur alternatif #sungai #Kudus #jalan pantura