KUDUS – Sebanyak 100 sarana prasarana berupa 50 gerobak dan 50 tenda bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) resmi dibagikan di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (6/1).
Bantuan tersebut berasal dari program kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai upaya mendukung penguatan ekonomi kerakyatan.
Kegiatan penyerahan bantuan dihadiri Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid selaku mitra strategis BPKH, Kepala Divisi Monitoring dan Evaluasi serta Pelaporan Kemaslahatan BPKH Dyah Rahayu, serta CEO LAZ Solopeduli Sidik Anshori sebagai mitra kemaslahatan BPKH.
Hadir pula Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama perwakilan PKL penerima manfaat.
Ketua Forum PKL Kudus, Mundloha, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang dinilai sangat membantu para pedagang.
Menurutnya, bantuan tersebut memungkinkan PKL menyeragamkan sekaligus memperbarui gerobak yang sebelumnya sudah tidak layak pakai.
“Alhamdulillah terima kasih kepada Pak Abdul Wachid yang telah mencairkan bantuan dari BPKH. Ini gratis dan sangat membantu kami, karena gerobak memang sudah waktunya diganti,” ungkapnya.
Mundloha menyebutkan, total PKL di Kabupaten Kudus mencapai sekitar 12 ribu orang yang tergabung dalam berbagai paguyuban.
Meski demikian, bantuan dari BPKH saat ini masih berupa sarana prasarana, belum menyentuh bantuan modal usaha.
“Untuk sementara memang belum ada bantuan modal, baru sarpras. Tapi ini sudah sangat bermanfaat dan menambah semangat teman-teman PKL untuk berjualan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tenda yang dibagikan berukuran 2x2 meter, sedangkan gerobak yang diterima PKL merupakan gerobak dorong dengan tambahan lampu di bagian atas.
Penyaluran bantuan dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing pedagang.
“Ada yang dapat tenda, ada yang dapat gerobak. Alhamdulillah saya mendapat gerobak. Gerobak lama saya itu bantuan tahun 2012 dan kondisinya sudah rusak,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan alokasi tahun 2025.
Bantuan dibagi untuk dua daerah, yakni Kudus dan Jepara, masing-masing 100 unit sarpras.
“Kudus mendapat 50 tenda dan 50 gerobak, begitu juga Jepara,” terangnya.
Ia memastikan komitmennya untuk menambah bantuan bagi PKL Kudus pada tahun 2026.
“Untuk berikutnya 2026 ini, saya akan tambah menjadi 200 unit khusus untuk Kudus,” tegasnya.
Selain itu, Abdul Wachid juga menyampaikan rencana program di bidang pendidikan dan keluarga melalui Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa madrasah tsanawiyah, aliyah, hingga mahasiswa.
“Tahun 2026 nanti kami siapkan 25 ribu kuota PIP, mohon datanya disiapkan. Tahun lalu sebenarnya kami alokasikan 10 ribu, tapi karena pergantian di Kemenag tidak terurus dan yang terserap hanya 1.300. Ini sangat disayangkan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, bantuan untuk rumah tidak layak huni serta berbagai program kemaslahatan lainnya juga akan terus didorong.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengucapkan terima kasih kepada Abdul Wachid dan BPKH atas perhatian terhadap PKL di Kudus.
Ia menilai bantuan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil.
“Hari ini disalurkan 50 gerobak dan 50 tenda. Kami juga mengusulkan agar berikutnya ditambah menjadi 200 unit untuk PKL Kudus,” kata Sam’ani.
Bupati berharap bantuan tersebut dapat mendorong peningkatan ekonomi para pedagang sekaligus menciptakan kawasan PKL yang lebih tertib dan bersih.
“Semoga PKL semakin sejahtera, perekonomiannya meningkat, serta tetap menjaga kebersihan, ketertiban, dan higienitas,” tambahnya.
Melalui sinergi BPKH, DPR RI, dan Pemerintah Kabupaten Kudus, diharapkan PKL semakin berdaya dan mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat di daerah. (dik)
Editor : Ali Mustofa