KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus menggelar doa bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru 2026 di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (31/12).
Kegiatan ini dipilih sebagai bentuk refleksi akhir tahun tanpa euforia berlebihan, sekaligus ikhtiar spiritual agar Kudus tetap aman, damai, dan kondusif.
Doa bersama diawali dengan tahlil yang dipimpin oleh KH Nur Chalim Ma’ruf.
Selanjutnya, doa dipanjatkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, Soni Wardana.
Suasana berlangsung khidmat meski hujan rintik-rintik sempat turun.
Acara tersebut dihadiri Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton, Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Sam’ani Intakoris, jajaran Forkopimda, serta para tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan rasa syukur atas kondisi Kabupaten Kudus yang aman dan terkendali menjelang pergantian tahun.
Ia menegaskan, Pemkab Kudus sengaja tidak menggelar pesta kembang api maupun perayaan besar-besaran, melainkan memilih doa bersama sebagai bentuk syukur dan introspeksi.
“Kita tidak mengadakan pesta kembang api ataupun perayaan besar-besaran. Kita hanya menggelar doa bersama. Alhamdulillah, kondisi Kudus aman dan terkendali, tidak ada halangan apa pun meski hujan rintik-rintik,” ujar Sam’ani.
Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa persoalan yang muncul menjelang akhir tahun, seperti jebolnya tanggul di tiga titik, dapat tertangani dengan baik berkat kesigapan semua pihak.
Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti pentingnya kekompakan dan sinergi lintas sektor.
“Semoga Kabupaten Kudus senantiasa aman, sejahtera, dan masyarakatnya sehat. Yang paling penting kita bisa kompak dan melayani masyarakat sebaik-baiknya,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Sam’ani mengimbau masyarakat untuk tidak merayakan tahun baru secara berlebihan, termasuk menyalakan petasan, kembang api, maupun melakukan aksi kebut-kebutan di jalan.
“Mari kita sambut tahun baru dengan doa bersama, introspeksi, dan refleksi diri,” tambahnya.
Bupati juga menuturkan bahwa doa bersama tersebut tidak hanya dipanjatkan untuk Kabupaten Kudus, tetapi juga sebagai bentuk empati dan keprihatinan bagi saudara-saudara di wilayah lain, khususnya di Sumatra, yang tengah tertimpa musibah bencana.
“Doa ini kami panjatkan tidak hanya untuk Kudus, tetapi juga sebagai empati bagi saudara-saudara kita yang sedang mendapat ujian,” ungkapnya.
Pada akhir sambutannya, Sam’ani mengapresiasi sinergi Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat yang telah berkolaborasi menjaga stabilitas daerah sepanjang tahun 2025.
Ia mengajak masyarakat untuk terus bergotong royong, termasuk dalam menyelesaikan persoalan sampah dan mendukung peningkatan pelayanan publik.
“Mari kita bersama-sama mendukung pelayanan publik yang lebih cepat, tepat, dan responsif demi mewujudkan Kudus Sehat, yakni sejahtera, harmoni, dan takwa,” katanya. (dik)
Editor : Ali Mustofa