KUDUS – Jumlah pengunjung Museum Situs Purbakala Patiayam mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Lonjakan tersebut dipicu momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta penambahan koleksi baru yang memperkaya materi edukasi prasejarah.
Kepala Desa Terban, Supeno, menyampaikan bahwa peningkatan kunjungan tidak lepas dari proses ekskavasi dan penelitian fosil Gajah Purba Elephas di kawasan situs Patiayam beberapa waktu lalu yang diinisiasi oleh Yayasan Dharma Bakti Lestari (YDBL) yang didukung oleh Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dan menggandeng CPAS.
Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung rencana penetapan Patiayam sebagai situs cagar budaya nasiona.
Ia menjelaskan, penggarapan yang mendapat perhatian dari Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat itu membawa dampak positif bagi museum.
Salah satunya melalui penambahan koleksi berupa duplikat lokasi penggalian fosil Gajah Purba Elephas yang masih berada di dalam tanah.
Duplikat tersebut ditempatkan di lantai satu museum, tepatnya di bagian belakang meja resepsionis.
Saat ini, koleksi baru itu masih dalam tahap penyelesaian akhir, namun sudah menarik minat pengunjung yang datang ke museum.
Selain koleksi baru, momen libur Nataru turut mendorong peningkatan jumlah kunjungan.
Supeno berharap Museum Patiayam terus dikembangkan sebagai sarana edukasi sejarah prasejarah, mengingat tidak semua daerah memiliki peninggalan purbakala bernilai tinggi.
“Semoga ke depan museum ini bisa lebih ditata oleh pemerintah kabupaten, dengan peningkatan fasilitas sarana dan prasarana pendukung. Setidaknya bisa ikut menopang UMKM setempat,” ujarnya.
Sementara itu, Edukator Museum Purbakala Patiayam, Ari Mustaqim, mengungkapkan jumlah pengunjung selama Desember diperkirakan mencapai sekitar 3.000 orang atau lebih.
Angka tersebut meningkat dibandingkan bulan-bulan biasa yang hanya berada di kisaran 1.900 hingga 2.000 pengunjung.
Menurutnya, sebelum masa liburan, pengunjung didominasi oleh pelajar.
Namun saat libur Nataru, pengunjung datang dari kalangan umum, baik dari Kudus maupun daerah sekitar.
Ia menambahkan, museum kini juga memiliki temuan baru berupa gading serta tulang yang diperkirakan kaki gajah purba.
Museum Purbakala Patiayam buka setiap hari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB dan telah dilengkapi fasilitas baru berupa musala sejak November lalu. (dik)
Editor : Mahendra Aditya