Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Nataru Dongkrak Wisata Edukasi Museum Jenang Kudus

Andika Trisna Saputra • Jumat, 26 Desember 2025 | 22:24 WIB
RAMAI: Rombongan pengunjung memilih menikmati liburan di tempat wisata edukasi Museum Jenang Kudus, baru-baru ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
RAMAI: Rombongan pengunjung memilih menikmati liburan di tempat wisata edukasi Museum Jenang Kudus, baru-baru ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 tak hanya memicu lonjakan wisata rekreasi, tetapi juga mengangkat geliat wisata edukasi di Kabupaten Kudus.

Museum Jenang Kudus menjadi salah satu destinasi yang merasakan dampak signifikan, dengan peningkatan jumlah pengunjung dan aktivitas ekonomi selama masa liburan.

Staf Museum Jenang Kudus, Hesti Tri Hartanto, menyebut periode Nataru sebagai momentum penting bagi penguatan peran museum sebagai ruang belajar sekaligus etalase budaya lokal.

Dalam dua pekan terakhir, kunjungan wisatawan dan transaksi di showroom oleh-oleh menunjukkan tren peningkatan tajam.

“Selain ramai pengunjung, dampaknya terasa langsung pada penjualan. Produk di showroom bisa terjual tiga hingga empat kali lipat dibanding hari biasa,” ujar Hesti.

Lonjakan pengunjung juga tampak pada area museum dan Joglo Gusjigang.

Jika pada hari normal rata-rata kunjungan berkisar 150 hingga 200 orang per hari, selama libur Nataru jumlah tersebut melonjak hingga sekitar 800 orang per hari.

Kondisi ini menunjukkan minat wisatawan terhadap destinasi berbasis edukasi dan budaya semakin meningkat.

Menariknya, mayoritas pengunjung tidak hanya berasal dari wisata keluarga lokal, tetapi juga rombongan kecil wisata ziarah dari daerah sekitar seperti Jepara, Demak, dan Pati.

Mereka memanfaatkan waktu singgah di Kudus untuk mengenal sejarah dan kearifan lokal melalui Museum Jenang.

Menurut Hesti, posisi Kudus sebagai kota religi turut memperkuat daya tarik tersebut.

Keberadaan dua makam Sunan menjadikan Kudus sebagai tujuan utama wisata ziarah, yang kemudian terintegrasi dengan wisata edukasi dan belanja oleh-oleh.

Untuk memperkuat pengalaman pengunjung, pengelola museum melakukan sejumlah pembenahan.

Ikon patung Mudik Jenang di area luar museum dipercantik dengan penambahan diorama dan relief, guna menegaskan pesan budaya yang ingin disampaikan.

“Museum ini kami rancang sebagai ruang belajar yang menyenangkan. Tidak hanya soal jenang, tetapi juga filosofi Gusjigang dan identitas Kudus,” katanya.

Di dalam museum, penguatan dilakukan pada sisi visual dan estetika, sementara latar Joglo Gusjigang diperkuat nuansa merah putih agar lebih berkarakter.

Upaya ini dilakukan agar museum tetap relevan dan menarik, terutama bagi generasi muda.

Dari sisi ekonomi kreatif, produk berbasis jenang tetap menjadi primadona.

Jenang kombinasi, jenang moka, serta kemasan legendaris menjadi produk paling diminati selama liburan.

Di sisi lain, diversifikasi olahan seperti brownies, bakpia, kukis, hingga cokelat isi jenang terus dikembangkan melalui riset dan uji coba.

Dengan tren positif selama Nataru, Museum Jenang Kudus optimistis wisata edukasi berbasis budaya lokal akan semakin diminati.

Momentum ini diharapkan berlanjut pada musim libur berikutnya, sekaligus memperkuat peran museum sebagai penggerak ekonomi kreatif dan pelestarian budaya Kudus. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#Museum Jenang Mubarok #liburan #wisata edukasi #nataru #Kudus