KUDUS - Kabupaten Kudus terpilih sebagai Kota Masa Depan dan rumah digitalisasi bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Jumat (19/12). Program digitalisasi bagi para UMKM ini akan mewujudkan tumbuhnya ekonomi di era digital.
Kegiatan tersebut diinisiasi Grab Indonesia dan OVO dengan menggandeng mitra UMKM di Kabupaten Kudus.
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan program ini telah mendampingi sekitar 200 ribu pelaku UMKM di 16 kota seluruh Indonesia.
Neneng menyebut, era digital yang sangat cepat ini menjadi hal penting bagi pelaku UMKM. Agar mereka mampu bersaing serta meningkatkan perekonomian.
Grab telah melakukan pendampingan untuk para pelaku UMKM kurang lebih empat bulan. Pendampingan ini untuk usaha serta pemasaran yang lebih luas.
"Digitalisasi ini menjadi hal penting untuk pengembangan bisnis yang berkelanjutan," katanya.
Neneng menambahkan, alasan Kudus dipilih sebagai Kota Masa Depan karena memiliki karakter yang unik dalam dunia usaha. Kudus dinilai kabupaten yang memiliki industri padat karya serta punya kuliner lokal yang berangkat dari budaya.
"Harapannya, program ini membuka peluang penghasilan yang lebih inklusif, termasuk bagi perempuan, ibu rumah tangga, dan mitra pengemudi kami,” jelasnya.
Sementara itu Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton menyampaikan, mendukung dan mengapresiasi program digitalisasi dari Grab Indonesia untuk menumbuhkan perekonomian para pelaku UMKM di Kabupaten Kudus.
Bellinda menambahkan, Kudus adalah rumah bagi para pelaku UMKM. Sebanyak 18 ribu pelaku UMKM tumbuh di Kota Kretek.
"Kami mengapresiasi program ini dilakukan secara intensif, ini (digitalisasi) menjadi hal penting bagi pertumbuhan pelaku UMKM," jelasnya.
Deputi Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Setya Permana mengatakan, UMKM di Indonesia sangat berpotensi dalam mengembangkan produknya serta menumbuhkan ekonomi nasional. Produk-produk UMKM di Indonesia dinilai sudah layak bersaing dengan produk luar.
Untuk bisa bersaing, kata Temmy para pelaku UMKM harus memperhatikan kualitas produk, dari segi kemasan, rasa, hingga promosi.
"Banyak sekarang kuliner lokal menginvasi, jangan sampai kalah dengan produk luar. Dari segi rasa kuliner tidak kalah dengan makanan dari luar negeri," katanya.
Sementara itu, pemilik Usaha Jahe Rempah Mbah Tolok, Danang merupakan mitra Grab Indonesia sejak 2019. Penjualannya kian melejit saat memasuki masa pandemi di tahun 2021. Keterbatasan aktivitas masyarakat di ruang publik membuat pergerakan di dunia digital kian pesat.
"Alhamdulilah berkat Grab sangat membantu pemasaran produk minuman jahe rempah dan mempermudah masyarakat untuk memesan," tutupnya. (gal)
Editor : Mahendra Aditya