Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Libur Nataru, Terminal Jati Kudus Ramai Bertahap

Andika Trisna Saputra • Kamis, 18 Desember 2025 | 22:28 WIB
BERANGKAT: Salah satu bus yang hendak berangkat dari Terminal Tipe A Jati Kudus menuju lokasi tujuan, Kamis (18/12). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
BERANGKAT: Salah satu bus yang hendak berangkat dari Terminal Tipe A Jati Kudus menuju lokasi tujuan, Kamis (18/12). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS - Aktivitas penumpang di Terminal Tipe A Jati Kudus diprediksi meningkat secara bertahap seiring mendekatnya libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Lonjakan penumpang tidak terjadi sekaligus, melainkan menyebar di beberapa tanggal sesuai dengan jadwal libur sekolah, cuti kerja, serta pola perjalanan masyarakat.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Jati Kudus, Eli Risandi, menyampaikan bahwa pergerakan penumpang Nataru memiliki karakter berbeda dibandingkan arus mudik Lebaran.

Menurutnya, puncak keramaian pada momen Nataru cenderung terbagi dan tidak terlalu tajam.

“Posko angkutan Nataru secara nasional mulai aktif pada 18 Desember. Potensi peningkatan penumpang diperkirakan mulai terasa pada 19 sampai 21 Desember,” ujarnya.

Periode tersebut bertepatan dengan dimulainya libur sekolah serta sebagian pekerja yang mulai mengambil cuti.

Selanjutnya, arus penumpang kembali berpeluang meningkat pada 23 hingga 24 Desember, seiring cuti bersama Natal.

Eli menambahkan, pergerakan penumpang untuk menyambut Tahun Baru biasanya kembali terlihat pada 27, 28, dan 29 Desember.

“Polanya memang bertahap. Nataru tidak seperti Lebaran yang lonjakannya sangat tajam,” jelasnya.

Ia menilai fluktuasi jumlah penumpang tiap tahun dipengaruhi perencanaan pribadi para perantau.

Tidak semua masyarakat pulang kampung setiap libur Nataru.

Sebagian memilih pulang satu atau dua tahun sekali, sehingga lonjakan penumpang bisa berbeda di setiap tahunnya.

Dari sisi tujuan dan asal, wilayah Jabodetabek masih mendominasi pergerakan penumpang di Terminal Jati Kudus.

Untuk keberangkatan, jam ramai bus reguler umumnya terjadi pada pukul 18.00 hingga 20.00 WIB dan dapat meningkat hingga sekitar pukul 20.30 WIB.

Pada masa Nataru, keterlambatan kedatangan bus juga kerap terjadi.

Eli menjelaskan hal tersebut disebabkan kondisi lalu lintas yang tidak dapat diprediksi, seperti kemacetan, kecelakaan, maupun rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah di jalur menuju dan dari Jakarta.

“Keterlambatan satu sampai dua jam itu biasa, bahkan bisa sampai lima jam. Namun sejauh ini masih bisa diantisipasi,” katanya.

Ia juga meluruskan anggapan mengenai bus yang tiba dengan jumlah penumpang berkurang.

Menurutnya, tidak semua penumpang dari Jakarta memiliki tujuan akhir Kudus.

Banyak yang turun lebih dulu di kota lain seperti Semarang atau Demak.

Saat ini, kondisi Terminal Jati Kudus masih terpantau relatif sepi.

Namun, peningkatan jumlah penumpang diperkirakan mulai terlihat pada minggu ketiga dan keempat Desember, seiring libur Natal dan Tahun Baru yang berlangsung bersamaan.

Salah satu penumpang, Abdullah Faqih (22), mengaku memanfaatkan libur akhir tahun untuk bepergian bersama teman-temannya.

“Saya asli Jepara, mengajar di Kudus. Mau naik bus PO Nusantara tujuan Wonosobo, mau muncak. Berangkat empat orang bareng teman-teman, mumpung liburan,” ujarnya sambil menunggu bus yang dijadwalkan tiba pukul 12.10 WIB di Terminal Jati Kudus. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#libur nataru #Bus #terminal induk Jati Kudus #penumpang bus #Kudus