KUDUS – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti kembali melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kudus, kemarin.
Dalam agenda tersebut, ia menandatangani prasasti program revitalisasi di TK/RA Muslimat NU Roudlotut Tholibin, Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati.
Penandatanganan juga dilakukan untuk sejumlah sekolah penerima bantuan revitalisasi, baik berupa rehabilitasi ruang kelas maupun pembangunan fasilitas toilet.
Baca Juga: Pendapa Kabupaten Kudus Ramai, Ibu-ibu PKK Berkreasi Mie Terbang dan Belajar Pilah Sampah Organik
Untuk tahap yang ditandatangani kali ini, terdapat 10 sekolah di Kudus yang menerima program revitalisasi.
Sekolah tersebut meliputi SMP 1 Kudus, SMP 1 Bae, SMP 3 Dawe, SMP PGRI 1 Jati, SMP Muhammadiyah 1 Kudus, SMP 4 Kudus, SMPIT Rohmatul Ummah, SMA PGRI 1 Kudus, SD Muhammadiyah Birrul Walidain, serta TK/RA Muslimat NU Roudlotut Tholibin.
Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa program revitalisasi sekolah secara nasional menyasar 16.175 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dengan total anggaran mencapai Rp16,9 triliun.
“Salah satu yang saya resmikan hari ini adalah revitalisasi di TK/RA Muslimat NU Roudlotut Tholibin, berupa pembangunan ruang bermain anak serta penambahan fasilitas toilet,” ujarnya.
Ia menjelaskan, anggaran revitalisasi pendidikan tahun 2025 difokuskan untuk peningkatan sarana dan prasarana sekolah, baik melalui rehabilitasi gedung maupun pembangunan fasilitas baru.
Dari target nasional tersebut, realisasi program telah mencapai sekitar 99 persen.
Bahkan, sebagian besar pekerjaan fisik sudah rampung sepenuhnya dan tinggal menunggu peresmian.
Baca Juga: Alhamdulillah, Jembatan Kesambi Kudus Rampung Diperbaiki
Kudus sendiri menjadi salah satu daerah prioritas penerima program revitalisasi.
Tercatat, sebanyak 33 satuan pendidikan di Kabupaten Kudus telah menerima bantuan dengan total anggaran lebih dari Rp17 miliar, mencakup berbagai jenjang pendidikan mulai TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK.
Khusus untuk TK/RA Muslimat NU Roudlotut Tholibin, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengalokasikan dana sebesar Rp210,2 juta yang digunakan untuk pembangunan fasilitas bermain anak, sanitasi, serta toilet.
Selain itu, sekolah juga menerima tambahan bantuan sebesar Rp75 juta untuk melengkapi sarana pendukung, seperti akses jalan menuju area bermain dan fasilitas penunjang lainnya agar bangunan dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Program revitalisasi sekolah merupakan salah satu prioritas Presiden. Di dalamnya juga termasuk digitalisasi pendidikan sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional demi mencetak generasi Indonesia yang unggul,” jelas Abdul Mu’ti.
Ia menambahkan, revitalisasi ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memberikan perhatian terhadap pendidikan anak usia dini.
Dengan fasilitas yang memadai, anak-anak diharapkan dapat mengembangkan potensi, kreativitas, serta keberanian sejak dini.
“Ini sekaligus mendukung program wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari jenjang taman kanak-kanak,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan TK/RA Muslimat NU Roudlotut Tholibin, Dra. Supanti Rasyid, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan revitalisasi yang diberikan.
Dana tersebut dimanfaatkan untuk membangun area bermain anak, fasilitas sanitasi, dan toilet yang lebih layak.
Selain pembangunan fisik, sekolah juga menerima bantuan perangkat teknologi informasi untuk mendukung proses pembelajaran anak usia dini.
“Pembangunan gedung tempat bermain anak sudah selesai dan siap digunakan. Prosesnya berlangsung selama 120 hari, dimulai pertengahan Agustus dan rampung pada Desember ini,” jelasnya. (san)
Editor : Ali Mustofa