KUDUS – Kader PKK di Kabupaten Kudus tampak semarak di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (17/12) sore.
Mereka mengikuti kegiatan pembekalan sekaligus berkreasi membuat menu masakan “Mie Terbang” menggunakan sisa bahan makanan yang diolah menjadi bumbu baru.
Selain praktik memasak, para ibu-ibu PKK juga dibekali keterampilan pembuatan konten video oleh influencer Isman Fajar.
Baca Juga: Alhamdulillah, Jembatan Kesambi Kudus Rampung Diperbaiki
Tak hanya itu, peserta juga diajarkan cara memisahkan sampah sisa masakan atau organik. Pemilahan ini penting agar sampah organik tidak masuk ke TPA Tanjungrejo.
Kegiatan masak kreasi dan pilah sampah organik ini digelar oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) dengan tujuan meningkatkan kepedulian kader PKK terhadap lingkungan.
Salah satu peserta, Sulisih (57), mengaku antusias mengikuti kegiatan ini.
Dia tak menyangka bahwa kulit buah dan bumbu dapur seperti kulit bawang, jahe, dan serai bisa diolah menjadi bumbu masakan maupun minuman.
Prosesnya pun sederhana: kulit-kulit tersebut ditumis bersama minyak panas, lalu dituangkan ke mi hingga kering.
“Pembuatan Mi Terbang cukup mudah, hanya sekitar tujuh menit,” ujarnya.
Selain itu, ibu-ibu PKK juga diajari meracik minuman kola dari gula jawa yang dicampur dengan kulit jeruk nipis, lemon, dan sunkist.
Kulit jeruk tersebut dimasak dengan gula jawa hingga mengeluarkan aroma harum dan sedap.
Ketua TP PKK Kabupaten Kudus periode 2025–2030, Endhah Endayani Sam’ani Intakoris, menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pengelolaan lingkungan, khususnya di tingkat rumah tangga.
“PKK membawahi puluhan ribu kader di seluruh desa dan kelurahan, sehingga potensi untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat sangat besar. Jika setiap keluarga mulai memilah dan mengolah sampah organik dari dapur, dampaknya akan signifikan dalam menekan volume sampah yang masuk TPA. Ketika ibu bergerak, keluarga berubah, dan ketika ribuan keluarga bergerak bersama, dampak itu akan terasa di seluruh Kabupaten,” ujarnya.
Isman Ridhwansah, influencer Kudus Asik sekaligus peserta MasterChef Indonesia musim ketujuh, menambahkan bahwa media sosial berperan penting dalam memperluas jangkauan edukasi pengelolaan sampah, terutama untuk generasi muda. (gal)
Editor : Ali Mustofa