KUDUS - Beberapa kelompok petani di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dari Kementerian Pertanian serta Pemerintah Kabupaten Kudus untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.
"Kami berharap alsintan ini dimanfaatkan bersama oleh anggota kelompok tani, bukan hanya untuk kepentingan pribadi ketua kelompok. Demi meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Bupati Kudus Sam'ani Intakoris yang didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetiyo, saat ditemui usai penyerahan bantuan alsintan secara simbolis di Pendopo Kabupaten Kudus, pada hari Selasa (16/12).
Ia menyampaikan bahwa bantuan alsintan yang disalurkan meliputi combine harvester, pompa air, alat semprot, serta berbagai peralatan pendukung lainnya. Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Pertanian dan juga APBD Kabupaten Kudus.
Dia menilai sektor pertanian tetap berfungsi sebagai pilar utama meski Kabupaten Kudus dikenal sebagai pusat industri, usaha, dan perdagangan. Pada tahun 2025, Kudus berhasil mencapai swasembada pangan dengan total produksi mencapai 61 ton.
"Di masa mendatang, kami berharap Kabupaten Kudus tidak hanya mandiri, tetapi juga dapat berkontribusi pada ketahanan pangan untuk Jawa Tengah dan Indonesia," ujarnya.
Sam'ani menyebutkan bahwa di Kudus, komoditas pertanian tidak hanya meliputi padi dan jagung, tetapi juga tebu yang kini menjadi salah satu unggulan daerah.
Pemerintah pusat juga sudah menyalurkan bantuan untuk regenerasi tanaman tebu dengan dukungan dana sekitar Rp6 juta per hektare.
"Meskipun belum sepenuhnya optimal, program regenerasi tebu telah dimulai. Lahan-lahan yang tidak teririgasi kami gunakan untuk menanam tebu," ujarnya.
Selain itu, Pemkab Kudus juga mendukung perkembangan petani milenial.
Saat ini, petani muda sudah hadir di beberapa daerah dan ditargetkan terus meningkat hingga setidaknya sepuluh orang di setiap kecamatan.
"Alhamdulillah, banyak anak muda kini yang berfokus pada pertanian modern," ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetiyo menyatakan bahwa bantuan alsintan diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP) petani, dari IP 1 menjadi IP 2, bahkan mencapai IP 3.
"Semoga dengan adanya dukungan alat dan mesin pertanian ini, pengolahan lahan menjadi lebih efisien agar petani bisa segera melakukan penanaman kembali. Hal terpenting adalah peningkatan IP," katanya.
Ia menambahkan bahwa penggunaan alsintan juga mendukung digitalisasi pertanian dan mempercepat waktu tanam serta panen.
Oleh karena itu, produktivitas lahan pertanian di Kabupaten Kudus dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi penghasilan petani.
Bantuan alat mesin pertanian dari Kementerian Pertanian mencakup sembilan unit traktor roda dua, dua unit pompa air 3 inchi, lima unit hand sprayer, satu unit combine harvester besar, serta tujuh unit traktor crawler.
Dari APBD Kudus, terdapat tiga unit traktor roda dua, satu unit traktor perahu, dua unit pompa air 6 inchi, dua unit combine harvester besar, dan satu paket alat produksi gula tumbu yang mencakup mesin giling tebu kapasitas 2,5 ton, mesin penggerak 16 hp, serta 12 buah wajan besar.
Pemimpin Kelompok Tani Sideo Rejo Glagahwaru Setu Bajang mengungkapkan rasa syukur karena kelompoknya menerima bantuan combine harvester untuk memudahkan petani dalam proses panen padi.
"Kami biasanya menyewa dengan tarif antara Rp1,2 juta hingga Rp2 juta per bahunya, tergantung pada kondisi musim panen atau tidak," ujarnya.
Dengan bantuan mesin pemanen padi, dia berharap biaya panen padi menjadi lebih rendah, karena cukup membayar bahan bakar minyak (BBM) Solar, biaya operator, dan biaya perawatan bersama. (Apriyani)
Editor : Ali Mustofa