KOTA — Kesadaran kebangsaan dan peran strategis pemuda menjadi sorotan dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diikuti mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan dari UMKU Universitas Muhammadiyah Kudus serta UMK Universitas Muria Kudus.
Kegiatan tersebut digelar di Joglo Sahabat Akhwan, Senin (15/12), dengan penekanan pada pentingnya gerakan kepemudaan yang aktif dan berdaya.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika ini menghadirkan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat yang menyampaikan materi melalui tayangan video.
Dalam pemaparannya, Lestari menyoroti krisis multidimensi yang dihadapi bangsa Indonesia, yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.
Menurut Lestari, ancaman kebangsaan saat ini kerap muncul dalam bentuk isu SARA, intoleransi, hingga kekerasan antarumat beragama.
Kondisi tersebut menuntut penguatan kesadaran nasionalisme, terutama di kalangan generasi muda, agar konsensus kebangsaan tetap terjaga.
Ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari berbagai suku, budaya, ras, agama, serta keberagaman geografis.
Namun, perbedaan tersebut dipersatukan oleh satu pemikiran dan semangat bersama, yakni Bhinneka Tunggal Ika dan Sumpah Pemuda.
“Keberagaman bukanlah kelemahan, melainkan kekayaan bangsa,” ujarnya.
Dengan karakter kebangsaan yang kuat, lanjut Lestari, akan lahir perilaku dan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Keberagaman justru menjadi modal sosial penting untuk membangun bangsa Indonesia yang maju dan sejahtera.
Ketua Umum HMI Cabang Kudus, Khabib Maulana, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi ruang strategis untuk membangkitkan kesadaran gerakan pemuda.
Ia mengaku mengisi materi terkait gerakan kepemudaan dan tantangan yang dihadapi mahasiswa saat ini.
“Mahasiswa dan pemuda harus berani bergerak dan menciptakan sejarah emasnya sendiri. Realitanya, gerakan pemuda di Kudus masih cenderung pasif. Banyak isu publik dan keputusan politis yang tidak segera direspons oleh mahasiswa,” kata Khabib.
Melalui forum ini, Khabib mendorong mahasiswa agar berani menyampaikan gagasan dan pemikiran kritisnya di ruang publik.
Menurutnya, keberanian bersikap dan menyuarakan ide merupakan bagian penting dari peran pemuda dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Sementara itu, Ketua BEM KM UMK Universitas Muria Kudus, Abdullah In’am Maulana, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran sebagai agen perubahan dan agen kontrol sosial.
Mahasiswa juga diamanahi untuk mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Selain berbicara kritis dan turun ke jalan, mahasiswa juga bisa menuliskan ide dan kreativitasnya untuk memecahkan persoalan di masyarakat. Pemberdayaan generasi muda harus terus dilakukan agar mereka benar-benar menjadi agen perubahan,” katanya. (dik)
Editor : Mahendra Aditya