Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dipadati Warga Kudus dan Sekitarnya, Wayang Banjaran Noroyono Meriahkan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus

Redaksi Radar Kudus • Minggu, 14 Desember 2025 | 17:11 WIB

PEMBUKAAN: Tarian Cahya Nojorono ditampilkan dalam pembukaan acara pagelaran wayang kulit.
PEMBUKAAN: Tarian Cahya Nojorono ditampilkan dalam pembukaan acara pagelaran wayang kulit.
 

KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus menggandeng PT Nojorono Tobacco International dalam penyelenggaraan pagelaran Wayang Kulit lakon Banjaran Noroyono di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Jumat malam (12/12).

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan hiburan rakyat sekaligus memperkuat agenda pelestarian seni tradisi Jawa di ruang publik kota.

Kawasan alun-alun telah dipadati ribuan warga dari berbagai usia. Keluarga, komunitas seni, hingga para pecinta budaya tampak antusias menantikan pertunjukan semalam suntuk tersebut.

Suasana semakin meriah ketika penampilan tari pembuka dan lantunan suara sinden mulai mengisi panggung, sebelum tokoh-tokoh pewayangan dimainkan oleh dalang Ki Sigid Ariyanto.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris juga menyerahkan wayang secara simbolis kepada dapang Ki Sigid Ariyanto usai sambutan.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dalam sambutannya menegaskan pentingnya menghadirkan hiburan berbasis nilai budaya di tengah masyarakat.

Ia mengapresiasi PT Nojorono atas keterlibatan aktif dalam menghidupkan seni tradisi.

“Wayang ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan. Semoga saat pak dalang Sigid memainkan wayang, masyarakat terhibur sekaligus mendapat petuah. Meski industri rokok tengah ditekan kebijakan global, di Kudus rokok tetap menjadi sandaran masyarakat. Karena itu kami sangat mengapresiasi Nojorono yang telah mendukung acara ini sebagai sarana hiburan, pendidikan, dan pelestarian budaya,” ujarnya.

Sam’ani juga mengapresiasi ketertiban masyarakat yang hadir.

“Terima kasih kepada warga Kudus yang menonton dengan tertib. Semoga cerita wayang malam ini membawa pelajaran bahwa kehidupan selalu berputar antara benar dan salah, dan semuanya bagian dari perjalanan manusia,” tambahnya.

Pagelaran yang juga menampilkan bintang tamu Elisha Orcarus Alasso dan Jolang itu disaksikan berbagai unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, kepala desa dan lurah se-Kudus, serta pegiat seni dan budaya.

Sebanyak 25 UMKM turut mengisi area alun-alun, termasuk lima UMKM binaan Pemkab Kudus, menambah ruang interaksi ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Plh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Jatmiko Muhardi, mengungkapkan bahwa pemilihan wayang kulit merupakan perubahan konsep dari rencana awal yang sebelumnya mengagendakan hiburan Guyon Waton.

“Wayang dianggap lebih sesuai dengan misi penguatan budaya. Ditambah kehadiran Ki Sigid dan Elisha, kami memperkirakan antusiasme masyarakat akan membludak. Simpang Tujuh memang selalu menjadi titik favorit warga pada malam Sabtu,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tari caping kalo tampil sebagai pembuka, sejalan dengan fokus Nojorono dalam mengangkat kembali identitas budaya lokal.

“Area alun-alun memang terbatas, tetapi yang utama adalah masyarakat mendapatkan hiburan yang bernilai dan bisa dinikmati bersama,” ujarnya.

CSR Department Head PT Nojorono Tobacco International, Dimas Handoko, menyampaikan apresiasinya atas sinergi dengan Pemkab Kudus.

“Terima kasih kepada Pemkab Kudus yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk turut berperan. Harapannya, pagelaran ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menghadirkan edukasi dan pesan moral bagi generasi muda,” ungkapnya.

Dimas menegaskan komitmen Nojorono untuk terus mendukung ruang apresiasi seni dan budaya di Kudus. “Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi ruang berkumpulnya masyarakat. Kami senang dapat ikut menghadirkan hiburan rakyat yang sarat nilai budaya,” tandasnya. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#masyarakat #wayang kulit #Hiburan rakyat #pemkab #Budaya #nojorono