Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lestari Moerdijat Tekankan Kebhinekaan sebagai Modal Bangsa

Andika Trisna Saputra • Selasa, 9 Desember 2025 | 14:58 WIB
Foto bersama
Foto bersama

KUDUS – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa kebhinekaan merupakan modal sosial terbesar bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai krisis multidimensi.

Pesan tersebut ia sampaikan saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI secara virtual di hadapan ratusan anggota Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK) pada Minggu (7/12).

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Pertemuan DPRD Kabupaten Kudus itu menjadi momentum untuk memperkuat kembali nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika global serta tantangan internal yang kian kompleks.

Dalam pemaparannya, perempuan yang akrab disapa Rerie itu mengingatkan bahwa Indonesia tengah berhadapan dengan krisis multidimensi.

Mulai dari lunturnya penghargaan terhadap kemajemukan, penyebaran paham keagamaan yang sempit, hingga tekanan globalisasi dan persaingan antarnegara.

“Mau atau tidak mau, sadar atau tidak sadar, kita harus menyadari bahwa saat ini kita berhadapan dengan krisis multidimensi. Isu SARA, intoleransi, dan kekerasan atas nama agama jika terus didiamkan akan membahayakan kelangsungan hidup bangsa,” tegasnya.

Lestari menyebut penguatan National Character Building hanya dapat dilakukan jika empat konsensus kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, terus dipahami dan diamalkan.

Ia secara khusus menyoroti peran Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat utama bangsa yang memiliki keragaman geografis dan demografis yang sangat luas.

Indonesia, kata Lestari, dikaruniai lebih dari 13.700 pulau, ratusan suku bangsa, serta bentang alam yang saling berbeda.

Keragaman itu, menurutnya, bukan kelemahan, melainkan kekuatan yang memperkaya identitas bangsa.

“Letak geografis dan bentang alam yang berbeda ini sesungguhnya bukan kelemahan, melainkan kekuatan yang memperkaya kebinekaan kita,” ujarnya.

Namun ia mengingatkan, jika keberagaman tidak dikelola dengan bijak, potensi konflik sosial dapat muncul dan mengancam persatuan.

Di hadapan para penyandang disabilitas yang tergabung dalam FKDK, Lestari menekankan pentingnya partisipasi semua kelompok masyarakat dalam menjaga solidaritas dan persatuan nasional.

“Bhinneka Tunggal Ika berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Kesatuan adalah upaya mempersatukan perbedaan suku, adat istiadat, ras, dan agama menjadi satu: bangsa Indonesia,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Lestari mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas disabilitas di Kudus, untuk terus mengisi kemerdekaan dengan menjaga persatuan demi terwujudnya keadilan sosial.

“Mempertahankan persatuan dan kesatuan adalah keniscayaan. Berbeda-beda dan bersatu mengisi perjuangan adalah mandat yang diwariskan para pendiri bangsa kepada kita,” katanya.

Acara sosialisasi yang berlangsung khidmat itu dihadiri ratusan peserta FKDK yang menyatakan komitmennya untuk turut menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#Lestari Moerdijat #FKDK #bhineka #pilar kebangsaan #Kudus