Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

JKN Perkuat Dukungan Penanganan Stunting di Kudus, Peserta Rasakan Manfaat Pendampingan Dokter Anak

Redaksi Radar Kudus • Senin, 8 Desember 2025 | 21:50 WIB
Peserta JKN asal Desa Medini, Kecamatan Undaan, Nihayatul Rasidah (39) memeriksakan sang anak, Shafira (26 bulan) yang mengalami penurunan berat badan.
Peserta JKN asal Desa Medini, Kecamatan Undaan, Nihayatul Rasidah (39) memeriksakan sang anak, Shafira (26 bulan) yang mengalami penurunan berat badan.

RADAR KUDUS - Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kudus terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Tidak hanya sebagai penjamin biaya pelayanan kesehatan, Program JKN juga berperan penting dalam penatalaksanaan medis bagi balita yang mengalami gangguan pertumbuhan melalui pendampingan intensif dokter spesialis anak di Fasilitas Kesehatan.

Stunting merupakan isu kesehatan multidimensi yang dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kecukupan gizi, pola asuh, sanitasi, hingga kondisi lingkungan.

Kondisi ini dapat ditandai dengan pertumbuhan tidak sesuai umur, berat badan rendah, perkembangan otak lambat, serta peningkatan risiko penyakit infeksi.

Dengan deteksi dini dan pendampingan medis yang tepat, peluang perbaikan kondisi anak semakin besar.

Salah satu Peserta JKN asal Desa Medini, Kecamatan Undaan, Nihayatul Rasidah (39) memeriksakan sang anak, Shafira (26 bulan) yang mengalami penurunan berat badan. Setelah menjalani perawatan rutin di Poli Anak RSU Kumala Siwi, kondisi putrinya berangsur membaik.

"Awalnya saya sempat menolak karena merasa anak saya baik-baik saja. Tetapi kok berat badan anak saya turun terus. Akhirnya atas saran bidan desa, saya memeriksakan anak saya ke Puskesmas. Waktu itu usianya masih 18 bulan,” tutur Nihayatul.

Usai menjalani serangkaian pemeriksaan, puskesmas memberikan beberapa pilihan rumah sakit untuk dilakukan penanganan lanjutan, dan Nihayatul memilih RSU Kumala Siwi. Sejak saat itu, Shafira rutin kontrol dua minggu sekali untuk pemantauan secara fisik serta perkembangan lainnya.

“Setiap kontrol, dokter melakukan pemeriksaan fisik lengkap, mulai dari tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan. Tinggi badan anak saya memang sudah sesuai usia," Ungkap Nihayatul.

"Berat badannya juga sempat naik sampai 9 kg, tapi turun ke 8,7 kg karena sempat diare, jadi kondisinya masih dipantau dokter. Kemudian kami ditanya tentang pola makan anak, apa yang dimakan, apakah sering sakit dan gerakan-gerakan anak seusianya,” imbuhnya.

Selain pemeriksaan rutin, Nihayatul mendapatkan dukungan berupa obat, vitamin, dan tambahan susu untuk menunjang tumbuh kembang putrinya. Pemberian susu ini meringankan kebutuhan pemenuhan susu bagi anaknya.

“Setiap dua minggu kami diberikan 2 dus susu, jadi sebulan total menjadi 4 dus. Bantuan ini sangat membantu, karena kebutuhan susu seharusnya sekitar delapan dus sebulan, dan sudah terpenuhi setengahnya,” ungkapnya.

Selain pemeriksaan rutin dan pemberian nutrisi pendukung, pemeriksaan penunjang seperti tes darah, tes urine, tes mantoux, atau rontgen jantung, juga dilakukan pada kondisi tertentu untuk mendiagnosis adanya gangguan kesehatan seperti tuberkulosis (TBC), infeksi kronis, atau anemia serta kelainan jantung bawaan sebagai penyebab stunting pada anak.

“Anak saya tidak mengalami sesak ataupun batuk-batuk dalam waktu yang lama. Sakitnya ya normal saja, mungkin imunnya sedang turun. Jadi dokter saat ini mencoba untuk perbaikan gizi dan pemberian nutrisi terlebih dulu,” ujar Nihayatul.

Nihayatul dan keluarganya terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Karena itu, seluruh layanan kesehatan yang ia akses tidak dikenakan biaya tambahan.

“Pelayanan yang saya terima sangat baik. Dokter Anak benar-benar memantau perkembangan anak saya dan memberi penjelasan dengan detail. Selama ini tidak pernah ada biaya tambahan apa pun. Saya sangat terbantu,” ujarnya bersyukur.

BPJS Kesehatan terus mendukung pemerintah daerah dalam penanganan stunting melalui layanan promotif, preventif, dan kuratif bagi Peserta JKN.

Pendampingan Dokter Anak melalui program JKN diharapkan mampu membantu semakin banyak keluarga untuk mengatasi masalah pertumbuhan anak sejak dini sehingga kualitas hidup generasi mendatang dapat meningkat. (*/lia)

Editor : Mahendra Aditya
#peserta jkn #jaminan kesehatan nasional #penanganan stunting anak #JKN #penanganan stunting #Kudus #program jkn