Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

JKN Jadi Penopang Lansia Dapatkan Layanan Kesehatan Berkualitas

Redaksi Radar Kudus • Senin, 8 Desember 2025 | 21:45 WIB
Potret Rumijah (60), warga Dukuh Ngrenteng, Desa Gemiring Lor, Kecamatan Nalumsari, Jepara merasakan langsung manfaat Program JKN
Potret Rumijah (60), warga Dukuh Ngrenteng, Desa Gemiring Lor, Kecamatan Nalumsari, Jepara merasakan langsung manfaat Program JKN

RADAR KUDUS - Jaminan kesehatan menjadi kebutuhan semua orang tanpa memandang usia, status ekonomi, maupun pekerjaan. Bagi lansia, perlindungan kesehatan semakin penting karena kondisi tubuh yang tidak sekuat dulu.

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hadir sebagai solusi bagi seluruh masyarakat Indonesia, di mana prinsip gotong royong memungkinkan setiap peserta memperoleh layanan kesehatan yang Mudah, Cepat, dan Setara.

Rumijah (60), warga Dukuh Ngrenteng, Desa Gemiring Lor, Kecamatan Nalumsari, Jepara merasakan langsung manfaat Program JKN.

Rumijah terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) sejak setahun lalu, kini seminggu sekali, dirinya rutin menjalani kontrol kesehatan di Poli Penyakit Dalam RSU Kumala Siwi Kudus.

Meskipun berdomisili di Jepara, lokasi rumah sakit tersebut justru lebih dekat dari tempat tinggalnya karena terletak di wilayah perbatasan.

“Awalnya saya berobat ke klinik, lalu dirujuk ke RS Sarkies Aisyiyah. Setelah rujukan habis, saya kembali lagi ke klinik, kemudian saya diberi pilihan rumah sakit dan saya memilih berobat ke RSU Kumala Siwi karena jaraknya lebih dekat dari rumah,” ujar Rumijah.

Di usia lansia, Rumijah mempunyai berbagai keluhan penyakit, seperti sakit lambung, kepala pusing, kaki nyeri, serta diabetes yang membuat kondisinya semakin rentan. Saat berobat, ia sampaikan keluhannya kepada dokter yang menangani.

“Kaki sering nyeri tiba-tiba, sampai tiap malam saya susah tidur. Perut juga sakit, rasanya begah dan tidak nyaman. Bagian kepala juga pusing, sering saya pijat sendiri, tapi nanti muncul lagi. Semua yang saya rasakan sudah saya sampaikan ke dokter,” tuturnya.

Ia mengaku sangat terbantu dengan perhatian dokter yang menangani kondisinya. Setiap kali kontrol, dokter memastikan perkembangan sakitnya, mengevaluasi obat, dan menyesuaikan terapi sesuai gejalanya.

“Saya selalu ditanya, masih ada yang sakit apa tidak. Jika masih ada yang sakit, nanti obatnya disesuaikan lagi. Dokternya sangat baik dan sabar mendengar keluhan saya,” ungkapnya didampingi suami.

Rumijah, suami, dan anak terdaftar sebagai peserta JKN segmen PBI dengan iuran ditanggung pemerintah. Ia juga mengenang proses awal pendaftaran yang dibantu oleh pihak desa.

“Waktu itu saya butuh sekali JKN ini untuk membantu menjamin pengobatan saya. Lalu saya mengajukan ke Kepala Desa dengan membawa fotocopy Kartu Keluarga dan KTP untuk pendataan. Dan alhamdulillah pihak Desa membantu sampai JKN saya aktif dan bisa digunakan untuk berobat,” katanya.

Selama berobat menggunakan Program JKN, Rumijah tidak pernah merasa diperlakukan berbeda. Baik di rumah sakit rujukan sebelumnya maupun di RSU Kumala Siwi, ia mendapatkan pelayanan yang sama dengan peserta lain.

“Pelayanannya sama baiknya, sebelumnya kan saya dirujuknya ke RS Sarkies Aisyiyah dengan dokter Wahyu, kemudian dirujuk ke RSU Kumala Siwi dengan dokter Ulum, semuanya tenaga medisnya ramah dan sabar. Intinya saya dilayani dengan baik. Jujur, saya sangat bersyukur, tiap berobat tidak ada biaya tambahan dan kondisi saya pelan-pelan membaik,” ujar Rumijah dengan penuh rasa syukur.

Rumijah berharap program JKN terus berjalan dan semakin memperluas manfaat bagi masyarakat, terutama lansia yang sangat memerlukan layanan kesehatan berkelanjutan tanpa terbebani biaya.

“Bagi lansia seperti saya, hadirnya Program JKN tentu sangat membantu, tidak hanya bagi saya tapi untuk seluruh masyarakat. Meskipun sakit yang dirasakan cukup banyak, saya bisa fokus berobat sampai sembuh tanpa khawatir biaya. Jadi saya harap program ini akan selamanya berjalan,” tutupnya. (*/lia)

Editor : Mahendra Aditya
#jaminan kesehatan #bpjs kesehatan #JKN #program jkn