KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi internasional bergengsi, The 6th International Conference on Computer Science and Engineering Technology (ICCSET) 2025.
Acara ini berlangsung khidmat di Auditorium UMK dengan mengusung tema “Smart, Resilient, and Sustainable Industry: Green Engineering Innovations”. Rektor UMK Prof. Darsono menjelaskan, ICCSET 2025 merupakan platform penting bagi UMK.
Kegiatan tersebut, untuk berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan global, khususnya dalam menghadapi isu keberlanjutan. Selain itu, ICCSET ke 6 ini adalah komitmen UMK dalam menjawab tantangan revolusi industri 5.0 dan isu perubahan iklim.
Tema mengenai ”Green Engineering Innovations” sangat relevan, karena percaya teknologi harus menjadi solusi untuk menciptakan industri yang tidak hanya cerdas dan efisien, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan.
”Kami berharap konferensi ini dapat melahirkan kolaborasi riset yang berdampak nyata bagi masyarakat dan industri di masa depan,” ujar Rektor Prof. Darsono.
Lebih lanjut, pada sesi pleno konferensi dimeriahkan oleh tiga Narasumber dari Malaysia, Filipina, dan Indonesia, yang masing-masing memberikan perspektif mendalam dari bidang keahliannya.
Sementara itu, narasumber yang dihadirkan yakni Azizi bin Ab Aziz dari Universiti Utara Malaysia (UUM) menyoroti pentingnya adopsi teknologi cerdas dalam manajemen rantai pasok.
Menurutnya, untuk mencapai industri yang tangguh (resilient), integrasi smart technology, seperti Artificial Intelligence dan IoT, dalam operasional bisnis sangat krusial.
“Namun, kami harus memastikan bahwa penggunaan teknologi ini juga memperhatikan aspek konsumsi energi dan jejak karbon, sehingga inovasi kita benar-benar mengarah pada keberlanjutan,” kata Azizi.
Sementara itu, Prof. Felomino P Alba dari Davao del Sur State College, Filipina, memaparkan studi kasus mengenai implementasi teknologi hijau di wilayah pedesaan. Inovasi rekayasa hijau tidak hanya milik industri besar, tetapi juga kunci untuk memberdayakan komunitas dan usaha mikro.
“Kami melihat potensi besar dalam penerapan energi terbarukan skala kecil dan solusi pertanian cerdas berbasis teknologi untuk menciptakan ekosistem yang mandiri dan berkelanjutan di tingkat lokal,” jelas Prof. Felomino. (san)
Editor : Mahendra Aditya