Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Fenomena Flexing Sajadah: Ketika Ibadah Hanya Berpindah dari Hati ke Galeri Story

viyya kaffatus • Sabtu, 29 November 2025 | 01:31 WIB

Fenomena Flexing Sajadah: Ketika Ibadah Hanya Berpindah dari Hati ke Galeri Story

Dampak media sosial bagi anak anak di era digital
Dampak media sosial bagi anak anak di era digital

Flexing adalah istilah populer dari Amerika yang berarti seseorang yang suka menunjukkan diri mereka dengan menampilkan glamor, kelimpahan, atau kekayaan yang mereka miliki. Kita sering menemukan individu yang menciptakan citra atau merek pribadi mereka dengan cara menunjukkan kekayaan mereka Flexing dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, mulai dari postingan di media sosial yang menampilkan barang-barang mewah seperti mobil, jam tangan, pakaian desainer, hingga pencapaian pribadi seperti jabatan pekerjaan atau prestasi akademik Istilah ini juga bisa merujuk pada seseorang yang berpura-pura, memanipulasi, atau memaksakan gaya hidup tertentu untuk mendapatkan pengakuan di masyaraka

flexing dalam urusan ibadah di media sosial dapat menjadi sarana seseorang dalam mengharapkan apresiasi orang lain atas apa yang telah kita lakukan. Hal ini sangat berbahaya bagi pelaku ibadah tersebut, karena bentuk apresiasi biasanya berupa penghargaan seperti pujian. Hal yang yang paling dikhawatirkan dari pujian dari manusia adalah pada akhirnya dari pujian tersebut dapat menjauhkan kita dari niat awal yang semata-mata hanya mengharapkan ridho dari Allah SWT, sehingga apa yang kita lakukan tersebut akhirnya tidak lagi bernilai pahala.

 

Selain itu ada kemungkinan lain bahwa dengan seringkali melakukan flexing di media sosial, dapat menyebabkan kita mudah berbangga diri atas apa yang kita lakukan. Kemudian hal yang lebih parah dan perlu dikhawatirkan kemudian adalah apabila kita sampai terjerumus ke dalam sikap sombong yang merasa diri lebih baik dari pada orang lain.

 3 Bahaya Besar Pamer Ibadah

1. Rusaknya Niat (Riya) Ibadah 

2. memiliki penyakit Hati (Ujub) 

3. Terjerat Standar Baru Media sosial menciptakan "standar keshalihan" yang palsu, di mana ibadah dinilai dari seberapa baik ia dikemas menjadi konten. Ini memicu kompetisi tidak sehat.

Editor : Zainal Abidin RK
#perilaku flexing #larangan flexing #Flexing pejabat publik #fitness flexing