KUDUS - Petani di Desa Terban, Kecamatan Jekulo menemukan fosil gading gajah purba.
Penemuan fosil gajah purba ini saat petani di desa setempat sedang menggarap lahan.
Saat ini fosil gajah purba berusia jutaan tahun ini telah di evakuasi di Museum Purbakala Patiayam.
Fosil tersebut memiliki panjang 1,5 meter. Sedangkan diameter gading tersebut sekitar 7 sentimeter.
Koordinator Museum Purbakala Patiayam, Djamin menyatakan, jenis fosil yang ditemukan merupakan Stegodon Trigonocephalus.
Jenis hewan purba ini pada kurun waktu 2,6 juta hingga 12 ribu tahun silam.
Djamin menceritakan, pihak penemu bernama Munakin warga Desa Terban, saat itu tengah menanam jagung di lahan pertanian miliknya.
Saat proses penggalian tanah, dia terlihat kesulitan untuk menggali. Ternyata dia mendapati barang mirip batu.
Setelah dicek ternyata barang tersebut merupakan fosil gajah purba.
”Setelah menemukan itu, warga melaporkan kejadian tersebut kepada kami. Selanjutnya kami tindaklanjuti dengan mengevakuasi,” katanya.
Dia menjelaskan, proses evakuasi gading gajah purba tersebut digabungkan tim CPAS dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) beberapa waktu lalu.
Keduanya saat itu bertugas di Patiayam 4-16 November lalu.
Djamin menambahkan, fosil temuan ini akan dilakukan pembersihan terlebih dahulu.
Setelah dibersihkan akan dilangsungkan proses identifikasi untuk mengetahui fosil purba tersebut masuk dalam kategori jenis apa.
”Kami masih melakukan identifikasi, tapi kalau melihat dari ciri-cirinya fosil ini masuk ke jenis Stegodon,” katanya.
Selain di satu tempat tersebut, fosil gajah purba masih berada di dua lokasi yang berbeda. Fosil purba tersebut saat ini belum dilakukan ekskavasi.
Untuk fosil purba tersebut, merupakan fragmen femur kaki dan astra galus. Sementara untuk proses ekskavasi ini akan menunggu CPAS hingga BRIN.
”Kami telah melaporkan hal ini kepada pimpinan. Untuk ekskavasi kami membutuhkan tenaga, dan di museum kekurangan personel,” tandasnya. (gal)
Editor : Ali Mustofa