Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Karakter Anak Lahir Selasa Pahing, Disebut Berjiwa Pemimpin dan Berwibawa

Zainal Abidin RK • Senin, 24 November 2025 | 20:36 WIB

Ilustrasi keluarga primbon Jawa
Ilustrasi keluarga primbon Jawa

KUDUS – Dalam tradisi masyarakat Jawa, hari lahir seseorang memiliki makna penting terkait pembentukan karakter dan garis kehidupannya. Salah satu kombinasi hari dan pasaran yang menarik perhatian adalah Selasa Pahing, yang dipercaya menghasilkan pribadi berwatak tegas, berani, serta berwibawa.

Menurut penuturan sejumlah ahli budaya Jawa, Selasa dikenal sebagai hari yang membawa energi kekuatan dan ketegasan, sedangkan pasaran Pahing mencerminkan wibawa dan daya tarik karisma. Perpaduan keduanya diyakini membentuk karakter yang kuat.

“Mereka yang lahir pada Selasa Pahing umumnya memiliki sifat kepemimpinan yang menonjol. Keberanian dan ketegasan menjadi kualitas utama yang melekat,” ujar budayawan Jawa, Ki Pranata, saat ditemui pada Selasa (24/11).

Selain tegas, anak kelahiran Selasa Pahing disebut memiliki rasa empati serta kepedulian sosial yang tinggi. Di balik karakternya yang tegas, mereka dikenal dermawan dan senang membantu orang lain. Sifat tersebut membuat mereka kerap dipercaya menjadi orang yang dapat diandalkan dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Namun demikian, karakter kuat yang dimiliki kerap menimbulkan tantangan tersendiri. Orang berweton Selasa Pahing disebut mudah terbawa emosi dan cenderung keras kepala ketika mempertahankan pendapat.

“Mereka harus belajar mengendalikan sikap agar ketegasan tidak berubah menjadi sikap keras. Kesabaran adalah kunci untuk menjaga keharmonisan,” tambah Ki Pranata.

Dalam hal rejeki dan peruntungan, Selasa Pahing sering dikaitkan dengan keberhasilan di bidang usaha dan pekerjaan yang membutuhkan kecerdasan strategi serta keberanian mengambil keputusan. Banyak yang percaya bahwa mereka cocok berprofesi sebagai pemimpin organisasi, militer, pengusaha, atau tokoh masyarakat.

Di tengah perkembangan zaman, kepercayaan mengenai weton masih terus hidup dan diwariskan sebagai bagian dari kearifan lokal Jawa. Meski tidak dimaksudkan sebagai patokan mutlak, nilai budaya tersebut dianggap sebagai pedoman untuk mengenali potensi dan memperbaiki diri.

Editor : Zainal Abidin RK
#anak #anak lahir #selasa pahing