Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dirti BPJS Kesehatan Apresiasi Komitmen RSI Sunan Kudus dalam Penguatan Transformasi Digital Layanan JKN

Redaksi Radar Kudus • Sabtu, 22 November 2025 | 03:16 WIB
Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, memberikan penghargaan kepada RSI Sunan Kudus atas komitmen dukungan program JKN
Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, memberikan penghargaan kepada RSI Sunan Kudus atas komitmen dukungan program JKN

Kudus, Jamkesnews — Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, memberikan penghargaan kepada RSI Sunan Kudus atas komitmen rumah sakit dalam mengimplementasikan transformasi digital Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Penghargaan tersebut diberikan langsung kepada Direktur RSI Sunan Kudus, dr. Ahmad Syaifuddin, pada kegiatan kunjungan kerja di Aula Serbaguna RSI Sunan Kudus, Jumat (21/11).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi rumah sakit dalam menjalankan integrasi layanan digital, meliputi penerapan sistem antrean online terhubung Mobile JKN, integrasi sistem klaim, pemanfaatan Surat Eligibilitas Peserta elektronik (E-SEP), validasi identitas melalui finger print dan Face Recognition Integrated System Hospital (FRISTA), hingga implementasi bridging farmasi melalui SIMRS.

Edwin menyampaikan bahwa transformasi digital merupakan pilar penting dalam meningkatkan mutu layanan JKN yang mengutamakan prinsip mudah, cepat, dan setara.

“Transformasi digital bukan sekadar penerapan teknologi, tetapi perubahan pola pikir dan budaya pelayanan. Komitmen RSI Sunan Kudus dalam menjalankan berbagai integrasi layanan digital menunjukkan upaya nyata untuk menghadirkan mutu layanan yang semakin baik bagi peserta JKN,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa digitalisasi layanan kesehatan kini terus berkembang.

Aplikasi Mobile JKN telah dimanfaatkan oleh puluhan juta peserta di seluruh Indonesia, dan hampir seluruh rumah sakit telah terhubung dengan sistem layanan JKN.

“Kami mendorong seluruh rumah sakit mitra untuk terus berinovasi dan bertransformasi. BPJS Kesehatan hadir mendampingi, memberi asistensi, dan memastikan proses digitalisasi dapat berjalan optimal. Prinsipnya gotong royong, kita bangun layanan JKN bersama,” tambah Edwin.

Pada kesempatan tersebut, Edwin juga meninjau langsung beberapa titik layanan, termasuk pemanfaatan antrean online oleh peserta, penggunaan FRISTA dan finger print, pemanfaatan i-Care JKN oleh dokter, serta integrasi klaim obat di Instalasi Farmasi.

Direktur RSI Sunan Kudus, Ahmad Syaifuddin, menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan dan menegaskan komitmen rumah sakit untuk terus memperkuat digitalisasi layanan menuju Smart Hospital.

“Penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi kami. Saat ini RSI Sunan Kudus sedang mengembangkan penerapan Artificial Intelligence sebagai alat bantu anti-fraud dan memastikan seluruh proses pelayanan berjalan sesuai standar. Kami berkomitmen mewujudkan layanan yang mudah, cepat, dan nyaman,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa rumah sakit juga sedang menyempurnakan integrasi Tanda Tangan Elektronik (TTE) untuk memperkuat proses verifikasi digital secara paperless, serta meningkatkan kapasitas penyimpanan server guna menjaga kestabilan performa layanan digital.

Dengan apresiasi ini, BPJS Kesehatan berharap komitmen RSI Sunan Kudus dapat menjadi contoh bagi fasilitas kesehatan lainnya dalam memperkuat transformasi digital dan menghadirkan kualitas layanan JKN yang semakin prima.

Editor : Mahendra Aditya
#layanan jkn #rsi sunan kudus #bpjs kesehatan #Dirti BPJS Kesehatan #Kudus