KUDUS - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melakukan kunjungan kerja di SMP ITQ NU Al- Hidayah Desa Getasrabi, Gebog, Kudus, Jumat (21/11).
Pemerintah turut memberikan kucuran bantuan untuk pembangunan sekolah tersebut.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti secara simbolis melakukan peletakkan bata merah pertama di SMP ITQ NU Al- Hidayah tersebut.
Selain itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris juga turut meletakkan batu merah di sekolah tersebut.
Dalam keterangannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan, pembangunan SMP ITQ, SMP Islam Tahfiz Quran yang merupakan pengembangan dari Yayasan Al-Hidayah.
Selain mengembangkan pendidikan yang berbasis madrasah pihak yayasan mengembangkan pendidikan berbasis sekolah.
”Kami tentu saja sangat berharap agar lembaga pendidikan ini dapat terus ditingkatkan menjadi layanan pendidikan yang bermutu, layanan pendidikan yang berkualitas,” katanya.
Mu’ti menambahkan, lembaga pendidikan ini ke depan melahirkan generasi Indonesia yang unggul, kuat serta bisa membawa kemajuan bangsa dan negara.
Menteri juga menyatakan, hadirnya lembaga pendidikan ini mampu berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk generasi mendatang.
Sementara itu, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengapresiasi berdirinya dan pengembangan lembaga pendidikan Yayasan Al-Hidayah.
Dia berharap, SMP ITQ NU Al-Hidayah mampu melahirkan generasi yang unggul.
”Kami sampaikan juga pak menteri, bahwa tahun ini TKGS honor untuk guru swasta sudah dicairkan. Ini sebagai bentuk pemerintah mendukung kesejahteraan para guru,” katanya.
Sementara itu, Pengurus Yayasan Al-Hidayah. KH. Zainuddin Rusydan menyatakan, bangunan sekolah ini dibangun di atas tanah wakaf seluas 2.615 meter persegi.
Bangunan ini nantinya ketika jadi akan sesuai dengan keinginan Mendikdasem sebagai pusat kegiatan pendidikan dan pemberdayaan manusia.
”Ini berarti pembukaan baru, yang sudah ada itu Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah, bahkan SMK-nya sudah,” katanya.
Zainuddin menambahkan, nantinya sekolah ini adalah komplek tingkat SMP. Serta ada pondok pesantren entrepreneur.
Nantinya sekolah akan memiliki lantai tiga. Lantai paling atas digunakan untuk rooftop sebagai tempat hafalan Al-Quran untuk para santri.
”Dan Insyaallah sesuai dengan spek yang diberikan konsultan tidak akan dikurangi. Kami memkai jasa konsultan dari PUPR,” jelasnya. (gal)
Editor : Ali Mustofa