Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Siti Qomariya Bersyukur, Operasi Tumor Sang Anak Ditanggung JKN

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 21 November 2025 | 16:50 WIB

Siti Qomariya, warga Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang.
Siti Qomariya, warga Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang.
KUDUS – Tak ada yang lebih menyesakkan hati seorang ibu selain melihat anaknya terbaring lemah di rumah sakit.

Hal itu pula yang dirasakan oleh Siti Qomariya, warga Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang.

Ia tak kuasa menahan air mata ketika mengetahui anak sulungnya, Putri (21) kembali menderita tumor di bagian perut.

Siti yang merupakan ibu empat orang anak mengaku sempat terpukul. Namun di tengah kepanikan, ada rasa syukur karena sang anak telah terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Saya bersyukur anak saya terdaftar di Program JKN. Dengan adanya jaminan Kesehatan ini, proses pengobatan bisa lebih lancar dan lebih fokus pada kesembuhan, tanpa harus memikirkan hal-hal lain di luar kesehatan anak saya,” ujarnya dengan nada tenang saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kudus.

Hari ini merupakan hari kedua anaknya dirawat di ruang rawat inap RSI Sunan Kudus.

Ia datang ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kudus untuk mengaktifkan kembali kepesertaan anaknya yang sempat nonaktif karena telah berusia di atas 21 tahun.

“Waktu di bagian administrasi rumah sakit dikasih tahu kalau kepesertaannya nonaktif, jadi saya langsung urus. Kebetulan anak saya masih kuliah, jadi saya bawa surat keterangan kuliah ke kantor BPJS Kesehatan supaya bisa aktif lagi,” tutur Siti.

Siti bercerita, anaknya sudah dua kali menjalani perawatan di rumah sakit yang sama.

Sang Putri dirawat inap pertama pada Bulan Maret lalu, ketika anaknya harus menjalani operasi pengangkatan tumor di bagian perut.

“Awalnya perut anak saya sakit luar biasa. Kami kira sakit lambung, tapi setelah dikasih obat lambung tidak kunjung sembuh. Malah perutnya semakin membesar seperti orang hamil tujuh bulan, susah jalan, dan napasnya berat karena ototnya terasa tertarik semua,” kenang Siti sambil mengusap air matanya.

Setelah pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat, Dokter Spesialis Kandungan menyampaikan hasil pemeriksaan menunjukkan adanya tumor ganas.

Anak Siti pun harus menjalani operasi pengangkatan sel telur dan sebagian jaringan yang berada di rahim.

“Dokternya bilang tumornya ganas dan sudah menjalar sehingga harus dioperasi. Setelah operasi, dokter memberi jadwal kontrol dan tindakan kemoterapi, tapi anak saya masih takut. Jadi kami memilih pengobatan tradisional saja, pakai herbal dan sayur rebus berharap tumornya tidak kambuh lagi,” ujarnya lirih.

Setelah memilih pengobatan tradisional selama beberapa bulan, kondisi sang anak kembali menurun. Gejala yang sama muncul lagi, sehingga Siti memutuskan membawa putrinya kembali ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

“Masih ada benjolan di perutnya, jadi saya bawa lagi ke IGD RSI Sunan Kudus. Sekarang masih menunggu hasil pemeriksaan dokter. Kalau disuruh operasi lagi, kami masih mempertimbangkan dengan matang, tapi tetap berharap yang terbaik,” katanya.

Meski tengah menghadapi ujian berat, Siti tetap memuji pelayanan rumah sakit dan kemudahan akses JKN. Ia mengaku tidak mengalami kendala berarti termasuk biaya perawatan, baik untuk operasi serta rawat inapnya.

“Pelayanannya cepat, petugasnya ramah, tidak ada diskriminasi antara pasien umum dan JKN. Saya bersyukur, karena meskipun kami bukan warga Kudus, JKN bisa digunakan di mana saja. Kemarin kami cuma bayar sedikit karena anak saya naik kelas, dan dirawat di ruang VIP. Selebihnya sudah ditanggung JKN. Kalau tanpa JKN, entah berapa yang harus kami bayar,” ujar Siti penuh haru. (*)

Editor : Ali Mustofa
#rumah sakit #bpjs kesehatan #perawatan #tumor #program jkn