KUDUS – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Kaliwungu terus dipercepat sebagai langkah memperkuat ekonomi lokal melalui unit usaha terpadu di tiap desa.
Camat Kaliwungu, Satria Agus Himawan, menyampaikan bahwa monitoring rutin dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana, termasuk pembangunan gerai KDMP di Desa Papringan yang kini tengah berlangsung.
Satria menjelaskan, total lima desa di Kaliwungu telah memulai pembangunan KDMP, yakni Papringan, Sidorekso, Prambatan Kidul, Blimbing Kidul, serta lokasi terbaru di Desa Gamong.
Baca Juga: Jelang Akhir Tahun, Pertamina Pastikan Pasokan BBM di Kudus Aman dan Lancar
Dari 15 desa yang ada, seluruhnya telah mengajukan usulan lahan untuk pembangunan serupa.
“Harapannya kehadiran KDMP di tiap desa bisa berjalan baik sesuai unit usaha masing-masing dan memberi manfaat untuk warga,” ujarnya saat monitoring pembangunan KDMP di Desa Papringan (18/11).
Setiap KDMP akan mengoperasikan tujuh unit usaha wajib, yaitu kantor koperasi, kios sembako, unit simpan pinjam, klinik kesehatan desa, apotek desa, sistem pergudangan atau cold storage, serta sarana logistik desa.
Selain itu, desa diperbolehkan menambah unit usaha lain sesuai potensi lokal.
Satria mencontohkan Papringan yang memiliki banyak UMKM genteng, sehingga KDMP bisa menyediakan etalase atau pusat penjualan produk tersebut agar pelaku usaha semakin terlibat dalam ekosistem koperasi.
Pembangunan KDMP merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah dan PT Agrinas yang bertanggung jawab atas pembangunan gudang dan gerai.
Desa-desa diminta menyediakan lahan minimal 1.000 meter persegi, sementara bangunan dipatok dengan ukuran standar 20 x 30 meter atau sekitar 600 meter persegi.
Baca Juga: Pastikan Tak Ada Antrean Panjang BBM Bersubsidi, Sopir: Ekonomi Lancar
“Luas tanah menyesuaikan desa masing-masing, tapi bangunannya seragam,” jelas Satria.
Ia mengimbau pengurus Kopdes Merah Putih di tiap desa untuk mulai merealisasikan fungsi koperasi sesuai ketentuan pemerintah pusat.
Para pengurus, kata Satria, perlu mendapatkan pelatihan agar mampu mengelola koperasi yang anggotanya adalah seluruh warga desa.
“Koperasi ini prinsipnya gotong royong. Kalau anggotanya warga desa sendiri, insyaallah bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga: Dampak Angin Kencang di Kudus, Atap Sekolah Rubuh dan Siswa Tertimpa Reruntuhan
Satria juga mendorong ASN serta penerima manfaat program pemerintah untuk bergabung menjadi anggota KDMP agar ekosistem koperasi berjalan lebih kuat.
Ke depan, KDMP di tiap desa diproyeksikan menjadi mitra strategis penyedia bahan pangan untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Koperasi bisa menjadi supplier bagi SPPG. Ini akan memperkuat ekonomi lokal sekaligus mendukung program pemerintah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Papringan, Amin Budiarto, menyebut pembangunan KDMP di desanya berjalan lancar dan berada di lokasi strategis, tepatnya di Dukuh Sidondong RT 4 RW 4.
Pengerjaan dimulai Selasa pekan lalu dengan doa bersama sebelum penggalian pondasi.
“Mudah-mudahan bermanfaat. Kami berharap koperasi segera beroperasi agar warga bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih hemat. Selisih sedikit itu berharga,” tuturnya.
Selain sembako, KDMP Papringan juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan pertanian, sehingga petani tidak perlu belanja jauh.
Amin menargetkan pembangunan rampung pada Januari mendatang, seraya berharap cuaca mendukung.
“Insyaallah selesai tepat waktu, semoga tidak hujan,” ujarnya. (dik)
Editor : Mahendra Aditya