Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dampak Angin Kencang di Kudus, Atap Sekolah Rubuh dan Siswa Tertimpa Reruntuhan

Galih Erlambang Wiradinata • Selasa, 18 November 2025 | 17:51 WIB

DAMPAK ANGIN KENCANG: Petugas berada di ruang kelas IV SD Islam Nurul Islam, Mejobo usai terkena dampak angin kencang.
DAMPAK ANGIN KENCANG: Petugas berada di ruang kelas IV SD Islam Nurul Islam, Mejobo usai terkena dampak angin kencang.
 

KUDUS - Hujan disertai angin kencang terjadi di Kabupaten Kudus, Senin (17/11) sore.

Akibat peristiwa tersebut atap sekolah di SD Islam Nurul Islam Nurul Yasin, Desa Mejobo rubuh dan terbawa angin.

Dari pantauan di lapangan pada Selasa (18/11) pagi, kondisi ruang kelas IV SD Islam Nurul Yasin atapnya bolong.

Kondisi itu karena diterpa angin kencang pada Senin (17/11) sekitar pukul 16.30.

Sementara itu, siswa kelas IV SD Islam Nurul Yasin terpaksa harus dipindahkan untuk proses kegiatan belajar mengajar.

Siswa dipindahkan di ruang Ponpes. Sementara siswa kelas V dipindahkan di ruang sebelah musala.

Dari informasi yang dihimpun, dari peristiwa tersebut dua orang siswa menjadi korban saat mengikuti kegiatan Taman Pendidikan Al-quran di kelas tersebut.

Dua siswa tertimpa reruntuhan material dan mengalami luka ringan.

Salah satu pengurus Yayasan SD Islam Nurul Yasin, Mahmudi menyatakan, kawasan Kecamatan Mejobo pada Senin sore memang diterpa hujan disertai angin kencang.

Akibatnya beberapa atap rumah warga mengalami kerusakan.

Di samping itu, kata dia peristiwa itu mengakibatkan atap sekolah mengalami kerusakan. Tidak hanya itu, atap musala sekolah juga mengalami kerusakan.

”Peristiwa itu terjadi tiba-tiba, saat itu ada anak sedang ngaji di ruang kelas itu. Atap kelas tersebut terbang terbawa angin,” ungkapnya.

Selain itu, atap beton di musala sekolah juga mengalami kerusakan dan terbang terbawa angin kencang tersebut.

Mahmudi menambahkan, dua siswa menjadi korban tertimpa reruntuhan tersebut. Beruntung dua siswa itu tidak mengalami luka yang begitu serius.

”Alhamdulilah hanya luka ringan saja, mereka langsung mendapat penanganan,” katanya.

Saat ini siswa kelas IV dan kelas V yang ruang kelasnya bersebelahan dipindahkan sementara waktu.

Siswa kelas IV mengikuti kegiatan belajar dan mengajar di ruang Ponpes. Sedangkan siswa kelas V belajar di ruang sebelah musala.

Dalam peristiwa ini, kata Mahmudi tidak ada korban jiwa. Hanya saja pihak sekolah mengalami kerugian materiil kurang lebih puluhan juta. (gal)

Editor : Ali Mustofa
#bencana #Kudus #angin kencang