KUDUS – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus berencana melanjutkan proyek peningkatan Jalan R. Agil Kusumadya pada tahun depan.
Untuk itu, dinas tersebut telah mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 20 miliar ke pemerintah pusat melalui skema Investasi Jalan Daerah (IJD).
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo, mengatakan dana tambahan ini diharapkan dapat digunakan untuk memperpanjang perbaikan jalan dari depan Rumah Sakit Mardirahayu hingga Terminal Kudus.
Baca Juga: Bukan Sekadar Nongkrong! Street Coffee Kudus Kini Diatur Resmi
Upaya ini dilakukan agar seluruh ruas utama di jalur tersebut tersambung dengan konstruksi beton yang lebih kuat dan tahan lama.
“Kalau usulan ini disetujui, maka penataan wajah kota dari pintu masuk hingga pusat kota bisa lebih rapi, seragam, dan nyaman dilalui,” ujar Harry saat meninjau proyek, Kamis (13/11).
Saat ini, proyek tahap pertama yang sedang berjalan telah mencapai sekitar 7 persen progres pekerjaan.
Pembangunan dimulai sejak akhir Oktober 2025 dengan waktu pelaksanaan 60 hari kalender.
Proyek tersebut menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dengan pagu Rp 12 miliar dan nilai kontrak Rp 11,8 miliar.
Harry menjelaskan, pekerjaan tahap pertama meliputi dua jenis utama, yaitu pembangunan beton bertulang mutu FS45 dan pelapisan aspal AC-WC.
Titik-titik yang menjadi prioritas adalah perempatan DPRD Kudus, kantor PLN, dan RS Mardirahayu, tiga lokasi dengan beban lalu lintas paling tinggi.
Baca Juga: Tak Perlu Ngayuh Lagi! Becak Listrik dari Presiden Prabowo Bikin Tukang Becak Kudus Full Senyum
Desain perbaikan kali ini dilakukan tanpa menambah tinggi permukaan jalan, agar tidak menimbulkan dampak terhadap rumah warga di sekitar jalur tersebut.
Selain itu, pondasi lama yang sudah rapuh diganti demi meningkatkan daya tahan jalan di masa mendatang.
Panjang jalan yang dikerjakan mencapai 1 kilometer, dengan lebar antara 13 hingga 17 meter.
Setelah proyek tahap pertama ini rampung, perbaikan diharapkan bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya jika usulan Rp 20 miliar mendapat persetujuan pusat.
Untuk mengantisipasi kemacetan selama pekerjaan berlangsung, PUPR Kudus telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polres Kudus.
Jalur lambat di sisi timur disiapkan sebagai alternatif kendaraan kecil saat terjadi antrean panjang.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Semoga dengan dukungan masyarakat, pekerjaan bisa selesai tepat waktu dan hasilnya maksimal,” kata Harry. (dik)
Editor : Ali Mustofa