KUDUS – Sebanyak 80 becak listrik tiba di Kudus dan siap dibagikan kepada para penarik becak tradisional.
Kehadiran kendaraan ramah lingkungan ini diharapkan mampu meringankan beban para tukang becak yang selama ini harus mengayuh penuh tenaga di jalanan kota.
Bantuan becak listrik dari Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Pemkab Perlu Kaji Ulang Terminal Kargo Jati, Ini Alasannya!
Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi para penarik becak kayu yang sebagian besar telah berusia lanjut.
Becak listrik dinilai lebih efisien, hemat tenaga, dan memungkinkan pengemudi tetap produktif tanpa harus bergantung pada kekuatan fisik semata.
“Becak listrik ini bukan hanya alat transportasi, tapi juga alat pemberdayaan. Dengan tenaga listrik dan pedal assist, pengayuh tetap bisa bekerja tanpa cepat lelah,” ujar Kepala Bappeda Kudus, Sulistyowati.
Ia menjelaskan, program ini berawal dari surat resmi BP Taskin yang meminta Pemkab Kudus mengusulkan nama-nama penarik becak kayu aktif.
Karena tidak ada data resmi, tim Bappeda turun langsung melakukan pendataan di beberapa titik seperti Bojana, depan Kantor Pos, Pasar Kliwon, dan Bitingan.
“Dari survei lapangan, kami temukan 44 penarik becak yang masih aktif. Kemudian, tambahan 36 nama lain disetujui sehingga total penerima menjadi 80 orang,” katanya.
Becak listrik ini diproduksi oleh PT Pindad dengan spesifikasi motor elektrik tipe BLDC, bobot 210 kilogram, dan kecepatan maksimal 15 kilometer per jam.Baca Juga: HUT ke-14 Nasdem Kudus Dekatkan Diri dengan Masyarakat, Gelar Aksi Sosial, Ini Rangkaian Kegiatannya!
Dilengkapi sistem pedal assist dan daya tanjak hingga 10 derajat, kendaraan ini tetap bisa dikayuh secara manual namun mendapat bantuan motor saat melaju di tanjakan.
“Kegunaan utama becak ini adalah membantu para penarik becak menghemat tenaga, meningkatkan efisiensi kerja, dan memperpanjang usia produktif mereka. Becak ini juga lebih ramah lingkungan karena tidak menimbulkan emisi,” imbuh Sulistyowati.
Unit bantuan dikirim langsung dari pabrik Pindad dan tiba di Kudus pada Sabtu (8/11).
Untuk sementara, seluruh becak disimpan di Dinas Perhubungan sebelum diserahkan secara resmi pada 12 November, di Pendopo Kabupaten Kudus.
Sebelumnya, para penerima akan mengikuti pelatihan singkat pengoperasian.
Setiap becak dilengkapi stiker dan nomor identitas resmi dari pemerintah daerah, mulai dari Kudus 01 hingga Kudus 80.
“Program ini bukan hanya soal teknologi baru, tetapi tentang memberi harapan. Kami ingin para penarik becak tetap bisa mencari nafkah dengan cara yang lebih ringan, aman, dan layak,” kata Sulistyowati. (dik)
Editor : Mahendra Aditya