Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Hanya Panen, Desa Japan Sulap Kopi Jadi Wisata Edukasi yang Hits

Andika Trisna Saputra • Sabtu, 8 November 2025 | 00:30 WIB
PANEN KOPI: Petani kopi di Desa Japan sedang memetik kopi yang telah matang di perkebunan kopi yang digarapnya, belum lama ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
PANEN KOPI: Petani kopi di Desa Japan sedang memetik kopi yang telah matang di perkebunan kopi yang digarapnya, belum lama ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Desa Japan, Kecamatan Dawe, semakin menegaskan diri sebagai sentra kopi unggulan di lereng Pegunungan Muria.

Tak hanya menghasilkan biji kopi berkualitas, desa berhawa sejuk ini juga mengembangkan wisata edukasi berbasis kopi yang kian diminati wisatawan dari berbagai daerah.

Kepala Desa Japan, Sigit Tri Harso, mengatakan bahwa sebagian besar pelaku UMKM di wilayahnya bergerak pada sektor olahan kopi.

Baca Juga: Ketua DPRD Kudus Ajak Warga Siaga Hadapi Musim Hujan

Beragam produk kopi lokal telah dihasilkan warga, mulai dari Kopi Nyampleng hingga berbagai merek lain yang seluruhnya menggunakan bahan baku dari petani setempat.

“Produk unggulan kami memang kopi. Semua berasal dari hasil petani kopi Desa Japan,” ujarnya.

Selain kopi, warga juga memproduksi aneka olahan pangan khas seperti jahe rempah, keripik ketela, keripik talas, dan keripik pisang.

Meski demikian, fokus utama desa tetap pada pengembangan kopi karena potensinya dianggap paling besar dalam menarik wisatawan sekaligus memperluas pasar UMKM.

Sebagai upaya mengembangkan potensi tersebut, Desa Japan menawarkan paket wisata edukasi kopi.

Pengunjung dapat merasakan pengalaman lengkap mulai dari memetik buah kopi di kebun, menjemur, menyangrai, hingga mencicipi seduhan kopi khas Muria.

“Kemarin kami kedatangan rombongan dari Universitas Ciputra Semarang untuk mengikuti wisata edukasi dari awal hingga akhir,” kata Sigit.

Baca Juga: TMMD Kudus Bangun Akses Desa dan Tugu Budaya

Produk kopi Desa Japan sebagian besar dipasarkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

BUMDes menjadi pusat penampungan sekaligus pemasar produk warga melalui berbagai kanal penjualan, baik langsung maupun daring.

“Kami juga sudah menjual produk lewat Shopee. Pemasaran online cukup membantu menjangkau pembeli dari luar daerah,” tambahnya.

Pasar kopi Desa Japan kini semakin meluas, bahkan mulai menjangkau Kalimantan, Sulawesi, hingga permintaan dari Malaysia.

Harga produk kopi dibanderol Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kemasan 200 gram, tergantung jenis dan tingkat sangraian.

Dengan kekayaan alam Muria dan semangat warganya dalam mengembangkan potensi lokal, Desa Japan menargetkan diri sebagai destinasi wisata edukasi unggulan di Kabupaten Kudus.

“Kopi Muria dari Desa Japan bukan hanya kebanggaan warga, tetapi juga membawa aroma pegunungan ke berbagai penjuru Nusantara,” kata Sigit. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#umkm #wisata #desa japan #produk kopi #kopi