RADAR KUDUS - Selain pembangunan infrastruktur, kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2025 di Desa Getasrabi juga menghadirkan warisan budaya baru: Tugu Budaya Pencak Silat.
Tugu ini diresmikan oleh Dandim 0722/Kudus, Letkol Inf Hermawan Setya Budi, sebagai simbol persaudaraan dan persatuan antarperguruan silat di Kabupaten Kudus.
Menurut Dandim, keberadaan tugu ini diharapkan menjadi pengingat bagi para pesilat untuk menjunjung tinggi nilai-nilai rendah hati dan sportivitas.
“Semakin tinggi ilmunya, seorang pesilat harus semakin rendah hati. Ilmu bela diri bukan untuk mencari keributan, tapi untuk pembinaan fisik, mental, dan kedisiplinan,” tegasnya.
Baca Juga: Empat BUMD Grobogan Digelontor Rp 5,2 Miliar Tahun 2026
Tugu Budaya Pencak Silat Getasrabi diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan budaya dan olahraga bela diri di Kudus. Selain memperkuat identitas lokal, keberadaannya juga diharapkan dapat mempererat hubungan antarperguruan.
“Melalui tugu ini, kami ingin melihat pesilat Kudus lebih kompak, saling menghargai, dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi,” tambah Dandim.
Peresmian tugu ini turut menambah nilai sosial dari kegiatan TMMD, yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat ikatan budaya dan kebersamaan masyarakat.
Editor : Mahendra Aditya