KUDUS – Siswa kelas XII SMA/SMK saat ini menjalani tes kemampuan akademis (TKA). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tidak mewajibkan seluruh siswa ikut.
Namun, hasil TKA menjadi syarat masuk perguruan tinggi negeri (PTN) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang menggunakan rapor dan prestasi tanpa tes.
Plt SMA 1 Kudus Nur Afifuddin menjelaskan, TKA berbeda dengan ujian nasional (unas). Mata pelajaan (mapel) yang diujikan hanya lima.
Meliputi tiga mapel wajib, bahasa Indonesia, matematika, dan bahasa Inggris. Kemudian, dua mapel pilihan siswa sesuai jurusan yang nantinya akan diambil saat mengikuti seleksi PTN.
Ia menyampaikan, pelaksanaan TKA di SMA 1 Kudus dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama, digelar Senin (3/11) dan Selasa (4/11). Kemudian gelombang kedua, Rabu (5/11) dan Kamis (6/11).
Pihaknya menggunakan tiga laboratorium komputer. Masing-masing ada 30 komputer untuk 30 siswa.
”TKA untuk jenjang SMA ini, tujuannya untuk masuk PTN jalur SNBP. Nantinya siswa mendapat sertifikat. Fungsinya memvalidasi nilai rapor. Maka, pelaksanaannya bulan ini, karena pendaftaran SNBP biasanya pada Februari,” jelasnyas.
Bedanya lagi dengan unas, materi yang diujikan mulai dari semester I hingga semester V. Sedangkan unas mulai semester I sampai semester VI. Di Kudus, seluruh SMA/SMK melaksanakan TKA, meski itu tidak wajib.
”Nilai TKA akan tercetak bersama ijazah, sehingga berguna bagi siswa untuk penilaian akademik lebih lanjut,” ungkapnya.
Semetara itu, untuk pengawas dari guru lain dan juga pengawas dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Tengah.
Pengawas dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jateng Sumiat mengatakan, selama berjalannya TKA tidak ada kendala, baik server maupun pemadaman listrik.
”Mengingat cuaca tak menentu, ada sekolah yang melaksanakan TKA sampai sore. Seperti sekolah di Pati, saat terjadi hujan lebat ada pohon tumbang dan banjir. Waktu itu, pelaksanaan TKA sesi ketiga sore hari, listrik padam, sehingga ditunda. Kami lapor langsung ke Kemendikdasmen untuk bisa dijadwalkan ulang,” jelasnya.
Dia menambahkan, bagi siswa yang berhalangan hadir karena sakit atau terjadi kebencaan, maka TKA dijadwalkan susulan pada 17-20 November. ”Kami pastikan tidak ada siswa yang tertinggal,” imbuhnya.
Adinda, salah satu siswa kelas XII-F7 SMA 1 Kudus mengaku, soal matematika pada TKA sulit. Ada 25 soal yang dikerjakan dalam waktu 50 menit. Untuk mapel lain, diberi waktu 40 menit dengan jumlah soal yang sama.
”Saya gelombang kedua sif pertama. Hari ini (kemarin, Red) ada tiga mapel wajib. Untuk hari kedua (hari ini, Red) mapel pilihan. Saya memilih mapel sosiologi dan ekonomi, karena ingin masuk kuliah ambil prodi administrasi bisnis,” katanya. (san/lin)
Editor : Mahendra Aditya