KUDUS – Kekhawatiran warga Karangbener, Kecamatan Bae, terhadap kondisi jalan yang gelap di sekitar Universitas Muria Kudus (UMK) akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus langsung menindaklanjuti laporan masyarakat terkait padamnya sejumlah lampu penerangan jalan umum (LPJU) di jalur Karangbener–UMK.
Keresahan warga mencuat setelah beredar kabar dugaan pembegalan di jalur kawasan tersebut beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Warga Jepang Pakis Hampir Menggruduk Kantor PLN Kudus, Ternyata Ini Alasannya
Meski kemudian diketahui hanya rekayasa akibat cekcok antar teman, peristiwa itu menjadi sinyal bagi pemerintah untuk segera memperbaiki penerangan jalan.
Salah satu warga, Kustiono, mengaku telah menyampaikan laporan langsung kepada Kepala Dishub Kudus, Mundir.
Ia menuturkan, beberapa titik di sekitar lampu merah UMK gelap total dan membuat pengguna jalan merasa tidak aman.
“Assalamualaikum Pak Mundir, saya Kustiono warga Karangbener. Mohon izin menyampaikan, untuk LPJU lampu merah UMK banyak yang mati. Semalam sempat ada kejadian yang dikira pembegalan. Mohon ditindaklanjuti agar tidak terjadi lagi hal serupa,” tulis Kustiono dalam pesannya.
Menurutnya, penerangan jalan yang baik dapat mengurangi risiko kejahatan dan kecelakaan di malam hari.
“Kalau jalan terang, orang tidak takut pulang malam. Harapannya semua lampu segera hidup lagi,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dishub Kudus, Mundir, memastikan perbaikan sudah dilakukan.
Baca Juga: Jelang Lawan Kendal Tornado FC, Persiku Kudus Optimis Menang
Tim lapangan Dishub mulai memperbaiki LPJU di jalur timur UMK dan akan melanjutkannya ke arah Karangbener dan Ngelo.
“Untuk jalur timur UMK sudah kami perbaiki, masih ada sekitar empat titik yang belum menyala. Di dekat sekolahan juga ada saluran yang padam. Kami mulai mencicil perbaikan sampai jaringan kembali normal,” jelas Mundir.
Ia menambahkan, penyebab padamnya sejumlah lampu adalah jaringan kabel yang sempat terbakar.
Setelah perbaikan, Dishub juga melakukan pemeliharaan rutin di titik-titik rawan. “Kalau malam gelap, risiko kecelakaan dan tindak kriminal meningkat.
Karena itu, kami prioritaskan ruas yang ramai dan strategis,” tegasnya. (dik)
Editor : Ali Mustofa