Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

DPRD Kudus Desak Evaluasi Total Seluruh Lampu Penerangan Jalan Umum

Andika Trisna Saputra • Sabtu, 1 November 2025 | 01:52 WIB

TINJAUAN: Anggota Komisi C DPRD Kudus, Sandung Hidayat menyidak kondisi LPJU di Jalan sebelah Timur UMK, Jumat (31/10). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
TINJAUAN: Anggota Komisi C DPRD Kudus, Sandung Hidayat menyidak kondisi LPJU di Jalan sebelah Timur UMK, Jumat (31/10). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
 

BAE – Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Sandung Hidayat, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk segera mengevaluasi seluruh Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di wilayah Kabupaten Kudus.

Dorongan itu muncul setelah viralnya kabar hoaks peristiwa begal di ruas jalan timur Universitas Muria Kudus (UMK), turut Desa Karangbener, Kecamatan Bae, yang diketahui gelap pada malam hari.

Meski kabar tersebut tidak benar, Sandung menilai kondisi penerangan di jalan alternatif itu memang minim dan berpotensi menimbulkan tindak kejahatan.

Apalagi, jalan tersebut merupakan jalur ramai yang dilalui kendaraan dari berbagai arah.

“Banyak LPJU yang redup bahkan mati. Kami berharap, OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, baik Dinas Perhubungan (Dishub) maupun Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPKPLH), segera menindaklanjuti dan mengevaluasi semua aset Pemkab Kudus, khususnya LPJU,” ujar Sandung, Jumat (31/10).

Politikus Partai Gerindra dari daerah pemilihan (dapil) 4 itu menegaskan, kondisi LPJU di Kecamatan Bae memang banyak yang perlu diperbaiki.

Ia juga mencontohkan, ruas jalan dari kampus UMK ke arah utara yang pencahayaannya minim sehingga gelap gulita saat malam.

Menurutnya, titik tersebut perlu mendapat tambahan lampu penerangan.

“Kami berharap, DPKPLH dan Dishub lebih sering patroli malam hari untuk melihat langsung titik mana saja yang perlu tambahan LPJU. Karena di beberapa ruas, jarak antar lampu terlalu jauh sehingga cahayanya tidak merata,” tambahnya.

Selain soal penerangan, Sandung juga menyoroti perlunya penataan ulang jalan di kawasan padat lalu lintas seperti di sekitar UIN Kudus hingga Karangbener menuju UMK.

Ruas jalan itu, kata dia, merupakan akses penting yang dilalui kendaraan besar dari Pati menuju Jepara, namun lebarnya masih sempit dan berisiko untuk simpangan kendaraan.

Ia juga menyinggung penataan kabel yang semrawut di berbagai titik jalan.

Menurutnya, Pemkab Kudus harus memiliki regulasi jelas agar pemasangan kabel, baik di bawah tanah maupun di udara, bisa tertata dengan baik dan tidak membahayakan pengguna jalan.

“Banyak kabel internet menempel di tiang telepon lama tanpa perawatan. Kontribusi ke daerah pun belum jelas. Ini juga harus dibenahi karena menyangkut keselamatan dan estetika kota,” tegasnya.

Ke depan, Sandung memastikan persoalan LPJU dan infrastruktur jalan akan dibahas lebih lanjut dalam rapat Komisi C DPRD Kudus.

Bahkan, ia mendorong agar perbaikan dan penambahan LPJU dimasukkan sebagai salah satu skala prioritas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kudus tahun 2026 mendatang. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#penerangan jalan #DPRD Kudus #sidak jalan #Kudus #lpju