Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pembangunan Pasar Babe Kudus Dilanjut, Pedagang Tunggu Sekat

Andika Trisna Saputra • Jumat, 31 Oktober 2025 | 02:20 WIB
PROYEK: Petugas pembangunan Pasar Babe mulai mengerjakan proyek tahap dua, Kamis (30/10). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
PROYEK: Petugas pembangunan Pasar Babe mulai mengerjakan proyek tahap dua, Kamis (30/10). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Pembangunan Pasar Barang Bekas (Babe) di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, kembali dimulai setelah sempat terhenti.

Proyek ini merupakan lanjutan dari pembangunan sebelumnya yang telah menyelesaikan satu unit los untuk pedagang, sebagai bagian dari upaya pemulihan pasca kebakaran besar yang melanda pasar tersebut pada 2024 lalu.

Pantauan di lokasi pada Kamis (30/10), tampak empat pekerja mulai memasang kayu untuk pondasi bangunan (boplang).

Baca Juga: Dugaan Campuran Etanol di Pertalite Tak Pengaruhi Penjualan Pertamax di Kudus, Ini Realitanya

Di sisi timur lokasi proyek, terpasang papan informasi yang menunjukkan nilai kontrak pembangunan sebesar Rp1.117.750.000 dengan waktu pelaksanaan 70 hari kalender, hingga 30 Desember 2025.

Hariyanto, salah satu pedagang sekaligus Ketua Paguyuban Pasar Babe, mengatakan pembangunan los ini menjadi harapan baru bagi ratusan pedagang yang selama ini berjualan di lapak darurat.

“Sementara pedagang di lapak sementara. Kalau ramainya sudah berangsur-angsur ramai,” ujarnya.

Menurutnya, total pedagang di Pasar Babe mencapai 276 orang, namun yang aktif berjualan saat ini belum sampai separuhnya.

Sebagian masih menunggu kepastian penyediaan los baru sekaligus mempersiapkan modal untuk pindah.

“Kami sudah mengajukan agar los nanti disekat. Sebelum disekat, kami tidak akan pindah dulu. Kami sudah ajukan ke bupati supaya dibuatkan sekat antar pedagang,” jelas Hariyanto.

Bangunan los yang kini dikerjakan memiliki ukuran sekitar 18x44 meter, ditambah lebar 2 meter di sisi kanan kirinya, sama seperti los pertama yang telah selesai dibangun pada akhir 2024.

Baca Juga: Jalan Lingkar Timur Kudus 11 Kilometer Segera Dibangun Ulang Rp 100 M

Kedua bangunan nantinya akan menampung seluruh pedagang Pasar Babe.

Setiap los direncanakan memiliki ukuran sekat 1,8x2 meter untuk memberi ruang yang layak bagi pedagang.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Djati Solechah, berharap pembangunan tahap kedua ini bisa rampung tepat waktu agar pedagang segera bisa menempati bangunan baru.

“Mudah-mudahan segera selesai biar bisa dimanfaatkan pedagang di tempat yang lebih layak. Mereka sudah cukup lama berjualan di lapak sementara setelah kebakaran,” kata Djati.

Terkait permintaan pedagang agar los dipasangi sekat, Djati menjelaskan bahwa hal itu belum bisa direalisasikan dalam proyek kali ini karena tidak termasuk dalam rancangan anggaran pembangunan.

“Pembangunan pasar yang sekarang ini sesuai dengan konsep dan gambar di kontrak. Belum termasuk sekat, karena desainnya sudah final,” jelasnya.

Dengan dimulainya kembali pembangunan Pasar Babe, diharapkan aktivitas ekonomi para pedagang barang bekas di Kudus bisa pulih lebih cepat, sekaligus menjadi langkah awal penataan pasar tradisional yang lebih tertib dan layak. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#pasar #los pasar #proyek #pembangunan #pasar babe kudus