Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dugaan Campuran Etanol di Pertalite Tak Pengaruhi Penjualan Pertamax di Kudus, Ini Realitanya

Andika Trisna Saputra • Jumat, 31 Oktober 2025 | 00:57 WIB
ISI BBM: Sejumlah pengendara sedang antre mengisi BBM di Pon Bensin, belum lama ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
ISI BBM: Sejumlah pengendara sedang antre mengisi BBM di Pon Bensin, belum lama ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KOTA – Dugaan adanya campuran etanol dalam bahan bakar Pertalite tidak berpengaruh terhadap penjualan Pertamax di wilayah Kabupaten Kudus.

Dari hasil pemantauan Pertamina dan pelaku usaha di lapangan, perilaku konsumen bahan bakar masih stabil, tanpa adanya lonjakan pembelian Pertamax.

Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah (JBT) Taufik Kurniawan menjelaskan, setelah adanya pemberitaan terkait dugaan campuran etanol di Pertalite, pihaknya tidak menemukan adanya perubahan signifikan di lapangan.

Baca Juga: Jalan Lingkar Timur Kudus 11 Kilometer Segera Dibangun Ulang Rp 100 M

“Enggak ada perubahan, sama saja. Yang terdampak itu pun sekitar 80 persen pengguna Honda injeksi, merek tertentu aja. Kalau di Jawa Tengah aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, beberapa keluhan yang sempat muncul berasal dari wilayah perbatasan seperti Blora dan Rembang, yang diduga pengendara mengisi bahan bakar di wilayah Jawa Timur.

“Laporan yang muncul itu kebanyakan dari daerah perbatasan, kemungkinan isi BBM-nya di Jawa Timur,” katanya.

Pertamina memastikan seluruh produk bahan bakar yang beredar telah melalui proses uji mutu dan memenuhi spesifikasi resmi yang ditetapkan pemerintah.

Masyarakat diimbau untuk tetap membeli BBM di lembaga penyalur resmi dan tidak khawatir berlebihan terhadap dugaan yang belum terbukti secara ilmiah tersebut.

Dengan kondisi tersebut, situasi pasokan dan konsumsi BBM di wilayah Kudus tetap berjalan normal.

Konsumen Pertalite dan Pertamax tidak menunjukkan perubahan berarti. 

Baca Juga: Pendaki Hilang di Gunung Muria Berhasil Diselamatkan

Sementara itu, Zakaria, salah satu operator Pertashop di Kudus, juga menyampaikan hal serupa.

Ia menuturkan bahwa penjualan Pertamax di tempatnya tidak mengalami kenaikan sejak munculnya pemberitaan soal dugaan campuran etanol dalam Pertalite.

“Kalau menurut saya sama aja, enggak ada kenaikan penjualan. Kudus kayaknya aman,” ujarnya.

Zakaria menambahkan, rata-rata penjualan Pertamax di Pertashop miliknya tetap sekitar satu ton per hari.

“Masih stabil, enggak ada pengaruhnya sama sekali,” katanya. (dik)

Editor : Zainal Abidin RK
#csr #pertamax #pertalite #Kudus #etanol #pertamina