Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lestari Moerdijat Dorong Mahasiswa Jadi Garda Depan Sukseskan Data Valid Sensus Ekonomi 2026, Begini Alasannya!

Andika Trisna Saputra • Selasa, 28 Oktober 2025 | 00:52 WIB
SAMBUTAN: Lestari Moerdijat menyampaikan sambutan terkait sensus ekonomi dan peningkatan literasi statistik di Hotel Griptha, Senin (27/10). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
SAMBUTAN: Lestari Moerdijat menyampaikan sambutan terkait sensus ekonomi dan peningkatan literasi statistik di Hotel Griptha, Senin (27/10). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS — Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Komisi X DPR RI menggelar Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 dan Peningkatan Literasi Statistik Masyarakat di ruang pertemuan lantai 2 Hotel Griptha Kudus, Senin (27/10).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua MPR RI sekaligus anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, Plt Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Endang Tri Wahyuningsih, Kepala BPS Kudus Eko Suharto, anggota DPRD Kudus, serta sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Lestari Moerdijat atau yang kerap disapa Rerie menyampaikan apresiasi kepada BPS atas terselenggaranya kegiatan ini yang dinilai penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya data akurat menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Baca Juga: Mlampah Sareng Santri Kudus, 40 Ribu Peserta Padati Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus

“Harapan kami, sensus 2026 nanti dapat memberikan gambaran utuh mengenai kondisi ekonomi di wilayah Kudus maupun daerah lain di Indonesia. Karena potret itu baru bisa tercermin kalau datanya benar, dan data baru bisa bicara kalau sumber informasinya benar,” ujarnya.

Rerie menekankan, tantangan terbesar dalam pelaksanaan sensus bukan hanya teknis pendataan, tetapi juga edukasi publik agar masyarakat mau memberikan informasi yang jujur dan lengkap.

Ia mengajak mahasiswa menjadi garda terdepan dalam menyebarkan pemahaman tentang pentingnya literasi statistik.

“Mahasiswa harus bisa menjadi narasumber yang baik dan benar. Literasi statistik penting karena kita perlu memahami bagaimana data dan statistik bekerja. Melalui sensus ini, mahasiswa bisa terlibat langsung dan memahami prosesnya secara utuh,” tambahnya.

Plt Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, yang mengharuskan BPS melaksanakan sensus setiap 10 tahun sekali.

“Tujuannya untuk memotret potensi ekonomi di seluruh wilayah Indonesia. Melalui sensus ini, BPS akan melakukan pendataan secara door to door terhadap pelaku usaha kecil, menengah, maupun besar,” paparnya.

Endang menambahkan, sensus tersebut akan mencatat karakteristik usaha dan pergeseran ekonomi yang terjadi selama satu dekade terakhir sejak sensus terakhir tahun 2016.

Baca Juga: Mantap! Retribusi Kopi Street Kudus Tambah PAD Daerah

“Kita ingin mengetahui bagaimana perkembangan jumlah industri, apakah meningkat atau menurun, dan apakah ada pergeseran dari satu sektor ke sektor lainnya. Karena itu, kejujuran responden menjadi kunci utama dalam menghasilkan data yang valid,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kudus, Eko Suharto, menuturkan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan tahap awal dari rangkaian persiapan sensus yang akan dilaksanakan pada Juni 2026 mendatang.

“Kita ingin masyarakat sejak dini memahami pentingnya memberikan jawaban yang benar kepada petugas sensus. Dengan data yang akurat, kita bisa mendiagnosa berbagai perubahan, baik dari sisi ketenagakerjaan maupun karakteristik lingkungan usaha di Kudus,” jelasnya.

Acara berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber.

Mahasiswa tampak antusias mengikuti paparan mengenai metodologi sensus dan pentingnya data dalam pembangunan ekonomi nasional.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara BPS, pemerintah, dan generasi muda dalam menciptakan budaya sadar data menuju Sensus Ekonomi 2026 yang berkualitas. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#Lestari Moerdijat #literasi statistik #sosialisasi #Sensus Ekonomi 2026 #BPS