Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lestari Moerdijat Apresiasi Riset Inovatif UMKU dalam Program Resona Saintek Dikti

Andika Trisna Saputra • Selasa, 28 Oktober 2025 | 00:35 WIB
KEYNOTE: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyampaikan garis besar tema Seminar Nasional di Aula Serbaguna UMKU, Senin (27/10). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
KEYNOTE: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyampaikan garis besar tema Seminar Nasional di Aula Serbaguna UMKU, Senin (27/10). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengapresiasi langkah Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) dalam mengembangkan riset inovatif berbasis ekonomi sirkular.

Menurut Lestari atau yang kerap disapa Rerie, riset yang memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai ekonomi menunjukkan komitmen UMKU terhadap pembangunan berkelanjutan dan kemandirian mahasiswa.

“Saya melihat hasil penelitian dan karya dosen UMKU luar biasa. Pendekatannya jelas, yaitu bagaimana memanfaatkan limbah menjadi bahan yang berguna. Ke depan, saya yakin UMKU bisa terus berkembang dan menjadi kampus unik dengan riset-riset aplikatif seperti ini,” ujar Rerie usai meninjau pameran riset.

Baca Juga: Mlampah Sareng Santri Kudus, 40 Ribu Peserta Padati Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus

Ia menilai, kegiatan semacam ini tidak hanya mendukung inovasi akademik, tetapi juga membentuk pola pikir mahasiswa agar lebih kreatif dan mandiri.

Menurutnya, perguruan tinggi perlu menanamkan nilai keberlanjutan dan pemberdayaan sejak dini, agar lulusan tidak semata-mata berorientasi menjadi pekerja, melainkan mampu menciptakan peluang usaha dari hasil riset mereka sendiri.

“Banyak potensi dari sumber daya alam yang bisa dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Misalnya, bahan-bahan alami yang dapat diolah menjadi obat luka atau produk kesehatan lainnya. Ini contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan bisa berpihak pada kemandirian,” lanjutnya.

Rerie juga menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah dalam memperkuat ekosistem riset di daerah.

Menurutnya, hasil penelitian kampus seperti UMKU berpotensi menjadi solusi inovatif bagi pengelolaan limbah dan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kalau riset kampus bisa dihilirkan, dampaknya akan besar bagi kesejahteraan,” katanya.

Rerie berharap UMKU dapat menjadi contoh perguruan tinggi yang berhasil mengintegrasikan riset, lingkungan, dan ekonomi berkelanjutan.

Baca Juga: Mantap! Retribusi Kopi Street Kudus Tambah PAD Daerah

“Kampus seperti UMKU perlu menjadi role model dalam mengubah hasil penelitian menjadi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Rektor UMKU Edy Soesanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kampus mendukung program Go Green dan penerapan ekonomi sirkular.

UMKU, katanya, telah mengambil langkah nyata dengan memanfaatkan limbah untuk pembangunan fasilitas kampus hingga produk riset bernilai jual.

“Kami memamerkan sekitar 20 produk hasil riset dosen, mulai dari pengolahan limbah plastik hingga olahan buah parijoto yang kaya antioksidan,” ungkapnya.

Edy menambahkan, sebagian produk hasil riset UMKU bahkan telah menembus pasar internasional.

“Ada yang sudah diekspor ke Jepang dan Malaysia. Selanjutnya kami akan lakukan uji toksik dan mengurus izin Balai POM agar bisa diproduksi massal,” ujarnya.

Acara tersebut dikemas dalam Seminar Nasional dan Pameran Riset “Resona Saintek” bertema “Ekonomi Sirkular: Solusi Inovatif Pengelolaan Limbah Berbasis Kesehatan”, yang berlangsung di Aula Serbaguna Kampus 1 UMKU, Senin (27/10).

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pembicara nasional, termasuk Agus Susilohadi dari Dikti Saintek RI dan M. Anshori, Direktur BUMDes Tanjungseto Kecamatan Bae. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#pengelolaan limbah #umku kudus #seminar nasional #Lestari Moerdijat #ekonomi sirkular