Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bonsai Santigi 20 Tahun Bernilai Rp500 Juta Asal Peserta Rembang Pukau Pengunjung Kontes di Kudus

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 23 Oktober 2025 | 18:02 WIB

ESTETIK: Ketua panitia pameran bonsai Yohan Hadi Pras mengamati bonsai-bonsai yang dipajang untuk dinilai di Balai Jagong pada Rabu (22/10).
ESTETIK: Ketua panitia pameran bonsai Yohan Hadi Pras mengamati bonsai-bonsai yang dipajang untuk dinilai di Balai Jagong pada Rabu (22/10).

KUDUS - Gelaran kontes bonsai tingkat nasional kembali hadir di area Balai Jagong, Desa Wergu Wetan, Kudus, setelah 13 tahun vakum.

Acara bertajuk The Greatness Kudus Bonsai Observers ini berlangsung mulai Minggu hingga Selasa (19–28/10/2025) dan menampilkan 552 bonsai dari berbagai daerah di Indonesia.

Tak hanya lomba, kegiatan ini juga diramaikan dengan 16 stan bursa bonsai yang menawarkan berbagai jenis tanaman hias unik.

Baca Juga: Pecinta Bonsai Merapat! Ada Kontes Bonsai Nasional di Kudus, Pamerkan Ratusan Pohon, di Sini Lokasinya

Salah satu yang mencuri perhatian adalah bonsai jenis Santigi (Pemphis Acidula) milik peserta asal Rembang, yang diperkirakan berusia sekitar 20 tahun dengan nilai jual mencapai Rp 500 juta.

Ketua panitia, Yohan Hadi Pras, menjelaskan bahwa peserta datang dari berbagai daerah, bahkan hingga Bojonegoro, Jawa Timur.

“Selain Bojonegoro, ada juga dari Rembang, Blora, Jepara, Grobogan, hingga Semarang. Nanti akan dipilih tiga pemenang dengan penilaian berdasarkan tiga kategori, yaitu Bahan, Pratama, dan Madya. Proses penjurian sudah dimulai sejak kemarin,” ujarnya.

Yohan menambahkan, tren bonsai yang sedang populer saat ini di antaranya Anting Putri, Sanca, serta Waru asal Taiwan dan Thailand.

Ia mengungkapkan, untuk menghasilkan bonsai dengan bentuk sempurna dibutuhkan waktu 15 hingga 20 tahun.

Namun, bagi yang ingin menikmati bonsai dalam ukuran kecil atau low bonsai dengan tinggi 0–30 sentimeter, prosesnya bisa ditempuh dalam waktu sekitar tujuh tahun.

“Kami berharap pameran bonsai ini bisa menjadi tonggak kebangkitan komunitas bonsai di Kudus. Saat ini Kudus masih berada di posisi tiga secara nasional, tapi kami ingin bisa naik menjadi yang teratas,” kata Yohan.

Baca Juga: PON Bela Diri Kudus 2025: Tinggal Sisa Tiga Cabor, Perebutan Medali Semakin Sengit

Selain kontes dan bursa bonsai, panitia juga menyelenggarakan pelatihan untuk anak-anak sekolah sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap seni bonsai sejak dini.

Menurut Yohan, bonsai merupakan tanaman yang nilainya justru meningkat seiring usia.

“Bonsai itu abadi. Semakin tua, semakin indah dan bernilai tinggi. Untuk yang dijual di stan, harganya bervariasi, mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu," ujarnya.

"Kami berharap kegiatan berskala nasional ini bisa memberi edukasi kepada masyarakat dan menumbuhkan minat baru untuk mempelajari dunia bonsai,” pungkasnya. (san)

Editor : Ali Mustofa
#rembang #kontes bonsai #Bonsai Santigi #Kudus