KUDUS- Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Pondok Pesantren Riset dan Literasi Mahasiswa Prisma Quranuna turut berpartisipasi aktif dalam berbagai rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kemenag Jawa Tengah, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kudus dan Nahdlatul Ulama.
Rangkaian acara dimulai sejak Minggu, 19 Oktober 2025, di Alun-Alun Kudus, yang menjadi pusat kegiatan peringatan Hari Santri tingkat provinsi.
Pada kesempatan tersebut, santri Prisma Quranuna membuka stand pameran yang menampilkan beragam karya dan aktivitas santri selama menempuh pendidikan di pondok.
Beberapa di antaranya berupa karya tulis yang telah dibukukan, koleksi kitab, serta buku-buku perkuliahan yang digunakan dalam kegiatan akademik.
Melalui pameran ini, pondok berupaya memperkenalkan nilai-nilai pendidikan, kemandirian, serta tradisi keilmuan yang menjadi ciri khas santri Prisma Quranuna kepada masyarakat luas.
Tak hanya itu, pada Selasa malam, 21 Oktober 2025, para santri juga turut menghadiri acara Jateng Bersholawat yang digelar di Alun-Alun Kudus mulai pukul 18.00 WIB.
Suasana penuh khidmat dan semangat religius terasa ketika ribuan jamaah bersholawat bersama Grup Hadroh Azzahir Pekalongan yang dipimpin oleh Habib Ali Zainal Abidin Assegaf, meskipun hujan deras mengguyur Kota Kudus.
Turut hadir pula Gus Iqdam, Wakil Gubernur Jawa Tengah Gus Taj Yasin Maimoen, serta sejumlah ulama dan pejabat daerah lainnya.
Sementara itu, puncak peringatan Hari Santri Nasional akan dilaksanakan pada Rabu, 22 Oktober 2025, melalui upacara besar di Alun-Alun Kudus.
Pondok Prisma Quranuna akan turut serta bersama sejumlah pesantren besar di Kudus seperti TBS, Qudsiyyah, Muallimat, Yabu’u Quran, hingga Pesantren Muhammadiyah.
Momen ini menjadi simbol kebersamaan antar pesantren dalam menjaga semangat keislaman dan nasionalisme di kalangan santri.
Meski tidak mengikuti perlombaan seperti beberapa pesantren lain, partisipasi Prisma Quranuna dalam peringatan Hari Santri 2025 tetap sarat makna.
Sebagai pondok berbasis mahasiswa, fokus utama para santri tetap pada kegiatan perkuliahan dan pengembangan diri.
Namun, melalui keikutsertaan ini, mereka ingin menunjukkan bahwa santri tidak hanya tekun dalam belajar agama, tetapi juga aktif berkontribusi bagi masyarakat dan dunia akademik.
Perayaan Hari Santri kali ini menjadi ajang refleksi bagi santri Prisma Quranuna untuk terus meneladani semangat perjuangan para ulama, memperkuat karakter, dan menebar manfaat bagi sesama. Dengan mengusung semangat “Jihad Santri Jayakan Negeri”, mereka berharap nilai-nilai keilmuan, kemandirian, dan spiritualitas santri dapat terus tumbuh dan menginspirasi di tengah kemajuan zaman.