Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

DPRD Kudus Dorong Percepatan Proyek Gedung Stroke dan IGD di RSUD dr. Loekmono Hadi

Andika Trisna Saputra • Kamis, 23 Oktober 2025 | 00:26 WIB
INTERAKSI: Ketua Komisi D DPRD Kudus, Mardijanto (dua dari kanan) menyidak progres pembangunan Gedung Stroke Center dan IGD RSUD dr. Loekmono Hadi, Rabu (22/10). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
INTERAKSI: Ketua Komisi D DPRD Kudus, Mardijanto (dua dari kanan) menyidak progres pembangunan Gedung Stroke Center dan IGD RSUD dr. Loekmono Hadi, Rabu (22/10). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi, Rabu (22/10).

Sidak dipimpin langsung oleh Ketua Komisi D, Mardijanto, guna meninjau progres pembangunan Gedung Stroke Center dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang kini tengah dikebut pengerjaannya.

Dalam kunjungan tersebut, Mardijanto menyampaikan apresiasinya terhadap capaian pembangunan dua proyek vital rumah sakit milik daerah itu.

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, pembangunan Gedung Stroke telah mencapai 25 persen, sedangkan IGD sudah mencapai 38 persen.

“Alhamdulillah, perkembangannya cukup baik. Kami berharap pengerjaan terus dipacu agar bisa selesai sesuai target waktu yang telah ditentukan,” ujarnya.

Politikus Partai Demokrat itu menekankan pentingnya percepatan sekaligus menjaga mutu pekerjaan.

Menurutnya, RSUD dr. Loekmono Hadi memiliki peran strategis sebagai rumah sakit rujukan utama masyarakat Kudus dan daerah sekitar.

“Kualitas pembangunan dan alat-alat kesehatan harus dijaga. Kalau masih bisa diperbaiki, rawatlah. Kalau tidak, gantilah dengan yang baru. Tujuan utamanya tetap satu, yaitu pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain memantau progres pembangunan, Mardijanto juga menyoroti aspek pelayanan rumah sakit.

Ia mendorong manajemen RSUD agar meningkatkan kualitas layanan, termasuk memperluas jam operasional dengan menambah pelayanan poli sore.

“Banyak masyarakat yang belum tahu kalau sudah ada layanan poli sore. Ini perlu disosialisasikan supaya masyarakat bisa memanfaatkannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Abdul Hakam, memastikan bahwa seluruh proyek berjalan sesuai rencana.

Ia menjelaskan, pembangunan Gedung Stroke Center senilai Rp 44 miliar masih terus dikejar agar bisa rampung tepat waktu.

“Progres baru sekitar 25 persen, tapi kami optimistis bisa selesai sesuai target karena waktu pengerjaan masih sekitar dua bulan setengah lagi. Setiap minggu kami lakukan evaluasi dengan tim pengawas,” jelasnya.

Untuk proyek pembangunan IGD dengan nilai kontrak sekitar Rp 6 miliar, Hakam menyebut pengerjaannya juga sesuai jadwal.

Ia menegaskan bahwa pihak rumah sakit menerapkan mekanisme ketat dalam pembayaran pekerjaan.

“Kalau progres tidak sesuai target, kami tidak akan melakukan pembayaran termin. Kami sangat tegas dalam menjaga kualitas,” tegasnya.

Selain memperluas sarana fisik, RSUD dr. Loekmono Hadi juga memperkuat layanan medis dengan membuka unit kemoterapi bagi pasien kanker.

Layanan ini menjadi satu-satunya di Kabupaten Kudus dan berlangsung setiap Senin, Selasa, Rabu, serta Jumat.

“Dengan adanya layanan kemoterapi di sini, pasien kanker tidak perlu lagi dirujuk jauh ke Semarang. Ini langkah kami mendekatkan layanan kesehatan bagi masyarakat Kudus,” katanya. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#igd #DPRD Kudus #rsud kudus #sidak #progres pembangunan