KUDUS - Pegunungan Muria menawarkan banyak pesona alam untuk dieksplorasi keindahannya.
Banyak puncak-puncak yang relatif rendah namun memiliki medan yang cukup berat untuk didaki.
Salah satu puncak yang berada di lereng Gunung Muria adalah Puncak Argojembangan.
Ketinggian Puncak Argojembangan ini kurang lebih 1480 meter di bawah permukaan laut (MDPL).
Puncak Argo Jembangan ini sering dikenal sebagai puncak Punuk Sapi. Puncak tersebut menyerupai punuk sapi.
Rute Argo Jembangan bisa dilalui dari arah Colo kemudian Desa Japan, lanjut masuk ke daerah perhutani di antara Gunung Muria dan Argo Jembangan.
Namun medan di sini cukup sulit dilalui karena pendaki sering kehilangan arah dan tiba tiba kompas tidak berfungsi.
Di sisi lain sulit melihat arah karena matahari tertutup oleh puncak Argo Jembangan.
Dan jalur paling mudah dan disarankan adalah melewati Kecamatan Gembong Pati dan menuju ke Dukuh Domo Desa Klakahkasian lalu lanjut ke desa terpencil yang dikepung perkebunan kopi yaitu Desa Tunggul Wulung.
Pengalaman mendaki ini juga dirasakan oleh Diyah Ayu warga Kecamatan Gebog. Dia mengaku baru pertama kali muncak ke Puncak Argojembangan.
Perjalanannya cukup berat, medannya naik dan jalannya ditumbuhi akar pohon yang cukup besar.
Untuk menembus medan itu, ia bersama rekan-rekannya harus mendaki akar.
”Perjalanan kurang lebih memakan waktu satu jam lebih. Kalau ke sana harus bersama orang yang sudah muncak ke sana,” katanya.
Ayu sapaan akrabnya mengaku, jalur menuju puncak cukup nyaman dilalui. Banyak vegetasi tumbuhan yang tumbuh di jalur menuju puncak. Sehingga pendaki nyaman mendaki walaupun di siang hari.
”Udaranya cukup sejuk, tidak panas, karena banyak tumbuhan yang menutup di sana,” katanya.
Untuk mendaki puncak ini, dia membawa peralatan yang cukup ringan dan simpel.
Ia hanya membawa dua botol air mineral sebanyak 600 mili liter. Air mineral tersebut cukup untuk perjalanan pulang dan pergi.
Tidak kalah pentingnya, kesiapan dan kebugaran fisik menjadi hal yang utama.
Dengan fisik yang kuat, mendaki akan lebih mudah dan performanya tidak merepotkan rekan-rekannya.
Puncak Argojembangan ini menjadi daya tarik wisata di Kabupaten Kudus.
Wisatawan atau pendaki bisa melihat sisi lain Muria yang tersembunyi. Memang lebih biaya lebih murah, namun perlu fisik yang kuat. (gal/zen)
Editor : Ali Mustofa