RADAR KUDUS -Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus melalui Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) mengadakan Seminar dan Pameran Kesehatan Mental bertajuk “Mental Health in Humanitarian Emergencies”, Rabu (15/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Terpadu lantai 5 ini diikuti oleh mahasiswa semester 1, 3, dan 5, serta peserta dari umum. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia, yang setiap tahun jatuh pada 10 Oktober.
Hari Kesehatan Mental Sedunia pertama kali digagas oleh World Federation for Mental Health (WFMH) pada tahun 1992, sebagai upaya meningkatkan kesadaran global terhadap isu kesehatan jiwa dan memperluas akses layanan bagi semua kalangan.
Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Access to Service: Mental Health in Catastrophes and Emergencies” atau “Akses Layanan: Kesehatan Mental dalam Bencana dan Keadaan Darurat.”
Baca Juga: Waspadai Teman Manipulatif dan Psikopat Sosial: Sahabat Bisa Menjadi Ancaman Tersembunyi
Seminar menghadirkan David Ari Setyawan sebagai pembicara, yang menyoroti pentingnya akses layanan kesehatan mental dalam situasi darurat kemanusiaan.
“Dalam kondisi seperti gempa, banjir, peperangan, maupun pandemi, banyak orang mengalami stres berat dan trauma. Dukungan psikologis harus menjadi bagian penting dari setiap upaya tanggap darurat,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya mekanisme coping dalam menghadapi kecemasan.
"Rasa cemas dan marah itu wajar, tapi jangan dipendam. Ungkapkan agar tidak membahayakan diri sendiri,” tambahnya.
Selain seminar, kegiatan ini juga menampilkan Pameran Kesehatan Mental dengan berbagai stand interaktif, antara lain:
-
Stand Kreativitas: pementasan drama bertema kesehatan mental.
-
Stand Ekspresi Diri: tempat menyalurkan perasaan sesuai keadaan hati.
-
Stand Poster: galeri karya mahasiswa dengan pesan edukatif.
-
Stand Bilik Riuh: ruang refleksi diri dengan musik menenangkan.
-
Stand KSR: pemeriksaan kesehatan mental bagi pengunjung
Ketua HMPS BKPI, Dian Syafiul Huda Muhammad, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap isu kesehatan mental yang erat dengan dunia bimbingan konseling
“Kami ingin mahasiswa BKPI memahami konsep mental health dan mampu menyebarkan kesadaran itu kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Salah satu panitia, Adiasya Rohim, menyebut kegiatan berjalan lancar dan memberi kesan positif.
“Materinya lengkap, ditambah sesi meditasi yang membantu menenangkan pikiran,” tuturnya.
Sementara itu, mahasiswa semester 5, Dina Amelia, menilai seminar ini sangat bermanfaat bagi remaja dan mahasiswa.
"Sebagai generasi muda, kita sering menghadapi tekanan dari berbagai sisi. Seminar dan relaksasi ini membantu kita memahami cara menjaga kesehatan mental,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, UIN Sunan Kudus berharap mahasiswa semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mental, baik sebagai calon konselor maupun sebagai individu yang peduli terhadap kesejahteraan diri dan sesama.
Editor : Mahendra Aditya